Showing posts with label Dunia Opini. Show all posts
Showing posts with label Dunia Opini. Show all posts

Friday, August 7, 2015

Ade Armando: Allah tidak Mengharamkan LGBT!

 Pakar komunikasi Universitas Indonesia dan Paramadina, Ade Armando mempertanyakan status haram dalam Islam terkait kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).




"Apapun sikap kita, dalam dunia yang mengalami globalisasi isu LGBT memang secara tak terhindarkan akan mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia. Karena itu menjadi penting bagi umat Islam untuk membicarakan kembali cara pandang terhadap LGBT, termasuk bilamana perlu meninjau kembali sikap yang sudah tertanam selama ini," kata Ade Armando dalam artikel yang diunggah Madinaonline.id.

Dia menggugat ajaran agama Islam yang tidak menoleransi umat yang terlibat LGBT. Selama ini, kata dia, ada persepsi kuat bahwa Islam menolak sama sekali LGBT.







"Karena itu, kendatipun LGBT ada di Indonesia, kalangan tersebut tetap dipandang dengan sebelah mata, dijauhi atau bahkan dibenci oleh para pemeluk taat Islam. Ada anggapan kuat bahwa LGBT adalah penyakit masyarakat, kejahatan atau sesuatu yang dikutuk oleh Tuhan," kata Ade

Dia pun secara yakin menyebut, LGBT termasuk golongan pecinta sesama jenis bukan lah penyimpangan. Dia malah berargumen, rasa itu datang dari Sang Pencipta.



"Pertanyaannya: dari manakah datangnya perasaan tersebut selain bahwa memang Allah menciptakan manusia dengan potensi perasaan itu? Dengan kata lain, bisa jadi ketertarikan terhadap sesama jenis itu adalah suatu hal yang alamiah dan memang diciptakan Tuhan."

Ade melanjutkan argumennya melalui akun Twitter, @adearmando1. Merasa banyak yang menyerangnya, ia malah menantang balik para pihak yang tak setuju dengan pendapatnya. "Mereka marah karena saya bilang Allah tidak mengharamkan LGBT. Kalau tidak sepakat, bantah saya dengan bukti. Jangan maki2," kata Ade.

Thursday, August 6, 2015

mengapa orang Islam menyembah kotak hitam ?

Mungkin diantara banyak manusia di muka bumi bertanya, mengapa umat islam sholat harus menghadap kiblat/ka'bah yang terletak di Mekkah, saudi Arabia.

Secara gamblang, mungkin inilah jawaban atau contoh perumpamaan paling logis mengapa umat islam sholat menghadap Ka'bah untuk menyembah Allah.





Coba silahkan simak percakapan si A dengan seorang Ustadz berikut ini:

Si A: mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?

Ustadz: umat Islam ga menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.

Si A: bukankah orang Islam sembahyang menghadap Ka'bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka'bah?

Namun belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone nya si A berbunyi. Si A menjawab panggilan teleponnya. Sang ustadz pun dengan sabar menanti si A yang tengah menjawab telepon. Usai menjawab panggilan telepon, si A memandang sang ustadz. Namun sang ustadz tersenyum.

Si A: mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi?

Ustadz: hmm..perlukah saya menjawab pertanyaanmu?

Si A: ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan?

Ustadz: bukan itu maksud saya. Tapi saya mencoba menggunakan teori yang kau gunakan untuk membuat pertanyaan yang kau ajukan padaku. Saya melihat kau kurang menyadarinya..

Si A: mengapa kau bicara begitu?

Ustadz: tadi saya lihat kau bicara sendiri, ketawa dan tersenyum sendiri. Dan kau mencium HP itu sambil bicara "I love u mom"...

Si A: saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.

Ustadz: mana istrimu? Saya tak melihatnya..

Si A: istri saya di Tuban. Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telfon. Apa masalahnya?

Ustadz: boleh saya lihat HP kamu?

Si A mengulurkan HPnya kepada sang ustadz. Sang ustadz menerimanya, lalu membolak-balikan HP itu, menggoncang-goncangnya, mengetuk-ngetuk HP tersebut ke meja. bahkan kemudian membantingnya ke lantai hingga HP si A pecah.

Ustadz: mana istrimu? Saya lihat dia tidak ada disini. Saya pecahkan HP ini pun istrimu tetap tak terlihat di dalamnya?

Si A: mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon. Apa kau tak bisa menggunakan otakmu?

Ustadz: Alhamdulillah, begitu juga halnya dengan Allah SWT. Umat Islam sembahyang menghadap Ka'bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka'bah. Tetapi umat Islam sembahyang atas arahan Allah.

Allah mengarahkan umat Islam untuk sembahyang menghadap Ka'bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka'bah.

Begitu juga dengan dirimu dan istrimu. Istrimu menelfon menggunakan HP, ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP.

Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan, kalau ingin bicara lewat telfon harus tekan nomor yang tepat, barulah akan tersambung dan kau bisa berbicara melalu HP meski istrimu tak ada di dalamnya.


Si A: Mendengar jawaban sang ustadz, si A hanya terdiam..

Namun sob, Ka'bah sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia bahkan mungkin bangunan religius paling tua di muka bumi. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia.

Hal ini pun terangkum dalam Al-Quran:

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran : 96).

Nah, sudah terjawab kan sob..

Operasi Caesar, Proses Memang 1 Jam tapi Sakitnya Bisa 6 Tahun

Prosesi melahirkan melalui caesar memang tak lebih dari 1 jam, tapi rasa sakitnya hingga 6 tahun masih berasa.

SAAT SEORANG IBU HAMIL KONSULTASI DENGAN DOKTER SPOG

“Dok caesar yang 2 tahun yang lalu lumayan sakit usai bius hilang hingga terasa dari ujung kaki sampe ubun ubun…yang kedua tahun kemarin lumayan tambah sakitnya…tar caesar yang ketiga ini bisa sangat lebih sakit dok?”,Kata dokter ,”iya bu ya begituh caesar klo caesar 1 cepat sembuh bisa 75 %sd 100% yang 2 bisa 50%sd 75% yang 3 spt ibu yang setiap tahun caesar paling 25% sd 50%,”





“Oh gitu ya dok…jujur saya masih ingat smuanya dok tapi demi anak kami buah cinta suami saya walau memori prosesi caesar masih kuat terngiang dalam benak saya demikian juga sindrome pasca caesar masih kuat banget saya rasakan…bismillah saya siap meregang nyawa untuk mereka karena Alloh…”Hingga prosesi caesar ketiga anak keenam berlangsung suhu ac ditinggikan spt di dalam kulkas.

Hingga nafas pun tersengal sengal tapi mencoba ikhlas jika kematian pun me jemput..untung genggaman tangan suami dan kecupan lembut sambil menguatkan saat mau masuk ruang operasi ,” bismillah bunda kuat bunda akan baik baik saja…ingat anak anak kita sangat membutuhkan bunda .i love u,”

Allohu akbar sebelum masuk ruang operasi, dibius dulu, bayangkan orang hamil disuruh duduk melengkung karena akan disuntik bius dibagian tulang belakang oleh dokter anastesi,lanjut suntik tangan untuk aliran makanannya lanjut dimasukkan cateter utk menguras cairan dalam tubuh yg tak terpakai.hingga aneka selang termasuk oksigen pun masuk kedalam lubang hidung.

Prosesi selanjutnya masuk ruang operasi setelah dokter bedah dokter anak pun siap dengan beberapa perawat, itu kapas diujung gunting penuh dengan darah,sisa darahpun dikuras dengan selang dan centong khusus terdengar bunyi spt dikuras.

Dalam hitungan menit usai perut kulit 7 lapis disayat demi sayatan hingga jika tidak hati hati akan mengenai si jabang bayi..

Rasa amat sangat sakit Alloh bayar tunai dengan lahirnya bayi dalam bentuk spt ini.
Bayi diurusi dokter anak sedangkan ibunya dengan dokter kandungan.
Lanjut usai disayat kembali dijahit tiap lapisan.

Usai bius hilang untuk menahan rasa sakit itu hingga 4 hari buat ngomong ga bisa keras buat jalan hanya bisa geser telapak kaki.
Sakitnya hingga ujung kaki sampe ubun ubun rasanya.

Perjuangan ibu belum selesai,setelah melawan rasa sakit usai caesar harus berusaha keras melatih gerak dikit dikit agar tak kaku usai 2 hari dalam pembaringan.walau cm baru miring kanan miring kiri belajar duduk belajar jalan sedikit sedikit .





Langsung disusul bengkaknya payudara karena mulai proses produksi asi yang biasanya dimulai dengan bengkak demam dan sakit saat mulai harus sang bayi mengisap asi.

Allahu akbar….dalam sikon merasakan aneka rasa,TERASA bangeet perjuangan sebagai seorang ibu kita.
“Sembilan bulan lebih kita dalam kandungannya hanya makan sari pati nutrisi yang dimakan ibu sehingga banyak para ibu yang cepet osteoporosis cepet ompong giginya cepat rontok rambutnya cepet ngilu tulang tulangnya…hingga saking banyak yang harus diurus SANG IBU juga jadi sering pelupa.

MASIH TEGA MENYAKITI SANG IBU???

Belumlah sembuh dari sakit seusai proses bersalin lanjut melahirkan lanjut hari hari begadang pun dilakoninya…apalagi klo anak sakit suami sakit rasanya mendingan semua derita ditanggung dirinya…
WALAU kalau seorang ibu SAKIT pun bingung karena siapa yang akan mengurus rumah, anak anak dan suaminya…

MASIH TEGA BILANG SAMA IBU MEMANG NGAPAIN AJA DI RUMAH????

Yaa masih sangaaat banyak dan sangaaat besar perjuangan dan pengorbanan sang ibu hingga kita bisa seperti ini bukan karena TIBA TIBA KITA BESAR BISA INI ITU…

INGATLAH…tatkala kita lahir TAK BISA APA APA…TAK BISA MAKAN APA APA KECUALI ASI….satu tetes asi =100 cc susu fomula maka berapa ratus ribu kocek suami untuk membayar ASI selama anaknya disusui istrinya???

MASIH ADAKAH SUAMI SUAMI YANG TAK CINTA TAK SAYANG BAHKAN MENYIA NYIAKAN ISTRINYA???

Dalam islam diperbolehkan anak disusui wanita lain dengan cara dibayar.ibu susuan namanya.

Apalagi ibu ibu sekarang masih harus antar jemput anak anaknya ngurus rumah tangganya,mandiin anak anaknya nyuapin anak anaknya dll masih banyak lagi peran ibu dalam kehidupannya.

MASIH ADAKAH PARA SUAMI YANG MEMANDANG SEBELAH MATA ISTRINYA HANYA KARENA JADI KELIATAN JELEK WAJAHNYA?FISIKNYA?

Masih adakah suami yang bilang itu perutnya dikecilin biar seksi???
Apakah suami SIAP JIKA DIA YANG HAMIL??? Itu janin 2 sd 4 kg ada dalam perut kan???
Kalo perut istrinya ga besar lalu perkembangan janin darah dagingnya AKAN DIMANA???

Liatlah TERLALU BANYAK WANITA YANG TAK MAU HAMIL KARENA ALASAN NANTI TAK SEKSI???
Liatlah TERLALU BANYAK WANITA TAK MAU MENYUSUI KARENA ALASAN TAK MONTOK LAGI???

Masih adakah suami suami yang berpaling hanya karena sebentar dipotongi kukunya oleh wanita yang baru dikenalnya???

Masih adakah suami suami yang begitu cepat melupakan pengorbanan istrinya???
Masih adakah suami suami yang nuntut istri necis selayaknya wanita kantoran???
Masih adakah anak anak termasuk kita yang tak bisa lagi mengingat kebaikan kasih sayang IBU KITA???

MARI KITA TAFAKUR SEBENTAR…
Silakan merenungi SEMUANYA
TENTANG SEORANG IBU…
TENTANG SEORANG ISTRI YANG SUDAH MAU RAHIMNYA SEBAGAI TEMPAT BERSEMAINYA NUTFAH suaminya

dst…

ALLOHUMMA…
ROBBIGHFIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHUMMAA KAMAA ROBBAYANI SOGHIRRO

AAMIIN AAMIIN YAA MUJIBASAILIIN

Zika emka
Semangat berISHLAH
Semangat berDAKWAH

SEMOGA BERMANFAAT



LGBT Dalam Pandangan Agama-agama & Penelitian Ilmiah


Oleh: Arif Supriyono
Wartawan Republika

Gema keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat itu memancar hingga ke mana-mana. Suara dukungan tentu saja banyak muncul di negara adidaya itu.

Sambutan dengan nada gembira juga datang dari beberapa negara di benua Eropa. Mereka turun ke jalan dengan membawa warna pelangi, sebagai lambang untuk menghargai warna-warni dalam kehidupan ini.

Pada tangal 26 Juni lalu, Mahkamah Agung di AS telah mengakui pernikahan sejenis (kelamin). Ini artinya, seluruh negara bagian di sana wajib memberi pengakuan pada pasangan satu jenis kelamin yang melakukan pernikahan. Selama ini, hanya 30 negara bagian AS yang mengizinkan pernikahan sejenis atau dikenal dengan sebutan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Keputusan ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. Bagi negara yang menganut paham serupa, bukan tak mungkin langkah AS ini akan segera mereka ikuti. Faktanya, di beberapa negara Eropa sudah ada yang lebih dulu memberikan pengakuan atas pernikahan sejenis.

Saya yakin, ada kelompok kecil masyarakat Indonesia --sebagai penganut perilaku LGBT-- yang ikut merasakan kebahagiaan ini. Mereka tentu berharap, angin kegembiraan dari AS itu bisa berembus ke sini dan menjadi sebuah keputusan resmi sebagai bentuk pengakuan pernikahan sejenis dari pemerintah.

Di balik itu, hampir  mayoritas rakyat negeri ini tak sependapat dengan legalilitas pernikahan sejenis. Pernikahan sejenis dianggap sebagai bentuk penyimpangan terhadap norma susila dan agama.

Mari kita tengok sejenak pendapat beberapa agama yang ada di Indonesia atas pernikahan sejenis itu. Dalam pandangan Buddha, pernikahan sejenis merupakan halangan untuk mencapai kesucian. Bahkan homoseksual dianggap sebagai salah satu faktor penyebab penurunan moral di masyarakat. Padahal, untuk mencapai kesucian itu diperlukan landasan moral yang baik.

Menurut ideologi Kristen (Protestan), tujuan utama pernikahan adalah untuk melestarikan kehidupan atau keturunan. Ini hanya bisa dicapai bila mereka yang menikah berlainan jenis kelamin.

Agama Katholik pun memiliki paham yang sama. Dalam suatu ikatan pernikahan hanya bisa dilakukan oleh pria dan wanita atau laki-laki dan perempuan. Para pemeluk agama ini juga menganggap perilaku homoseksual itu sebagai bentuk penyimpangan.

Penolakan atas pernikahan sejenis juga dianut oleh agama Hindu. Agama ini jelas-jelas melarang pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.

Tak beda dengan empat agama itu, Konghucu pun memililki pemahaman yang sama. Pemeluk Konghucu memilliki prinsip, bahwa pernikahan itu terjadi antara laki-laki dan wanita.

Bagaimana dengan Islam? Hampir semua masyarakat mengetahui, bahwa Islam juga menolak dengan keras pernikahan sejenis. Larangan pernikahan sejenis secara tegas tertera dalam surat Al-A’raaf (7), ayat 80-84 di bawah ini.

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya (yang beriman) kecuali istrinya (istri Nabi Luth); dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu."

Pasal 1 huruf a dalam Kompilasi Hukum Islam pun dengan jelas menyebutkan, bahwa perjodohan itu terjadi antara laki-laki dan wanita. Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan (Nomor 1 Tahun 1974) secara tegas juga menyatakan, perkawinan itu merupakan ikatan lahir-batin antara laki-laki dan wanita sebagai suami-istri untuk membentuk keluarga bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ini diperkuat oleh UU Administrasi Kependudukan No 23 tahun 2006 pada penjelasan pasal 34 ayat (1). Inti penjelasan itu menyebutkan, bahwa perkawinan adalah ikatan antara laki-laki dan wanita dalam membentuk rumah tangga.

Mayoritas para penganut LGBT tak mengindahkan dalil agama itu. Semula mereka ngotot berpendapat agar dunia mengakui pernikahan sejenis karena itu merupakan kodrat (selain sebagai hak asasi). Umumnya mereka mengaku, perilaku sebagai LGBT adalah anugerah Tuhan dan karenanya manusia tak bisa menolak.

Adalah peneliti dari Jerman, Magnus Hirschled, yang pada tahun 1899 mengutarakan pendapat, bahwa perilaku gay merupakan keturunan. Hirscheld mengajukan temuan ‘teori gen’ sebagai dalil dalam perilaku homoseksual.

Teori mengada-ngada dari Hirscheld itu diteliti lebih lanjut oleh Dr Michael Bailey dan Dr Richard Pillard pada 1991. Belum ada simpulan soal kepastian faktor keturunan atau genetis dalam perilaku gay. 

Penelitian itu lalu diteruskan oleh Dean hamer yang juga seorang gay terhadap 40 pasangan kakak-beradik homoseksual. Dia menemukan adanya dari perilaku homoseksual yang diturunkan oleh ibu dari kromosom Xq28. Temuan ini baru bersifat hipotesis lantaran tak ada bukti yang bisa menjelaskan secara riil.

Prof George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada mendalami tesis itu dengan meneliti 52 pasangan kakak-beradik homoseksual. Sampailah dia pada simpulan, tak ditemukannya kaitan kromosom Xq28 yang mendasari perilaku homoseksual. 

Riset serupa dilakukan oleh Prof Alan Sanders dari Universitas Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1998-1999. Hasil temuan Sanders juga tidak mendukung teori yang menjelaskan adanya hubungan genetik pada perilaku homoseksual. Penelitian Rice dan Sanders itu pada akhirnya meruntuhkan temuan teori “gen gay” oleh Hirscheld.

Dengan demikian, lengkap sudah, dalil agama maupun ilmiah ternyata tak bisa menerima dan menjelaskan perilaku LGBT. Tak ada landasan sama sekali untuk mengakui hal itu.

Dalam konteks keindonesiaan, kita memang mengakui negara kita bukanlah negara agama. Akan tetapi, pandangan agama selalu menjadi pijakan dalam setiap kita melangkah, sesuai dengan bunyi sila pertama dari Pancasila. Oleh sebab itu, rujukan agama harus menjadi dasar dari keputusan pemerintah untuk menolak dan tak menngakui pernikahan sejenis di negara kita.

*Sumber: http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/15/07/03/nqw3dy-lgbt

Wednesday, August 5, 2015

Al-Quran Turun dalam Format Suara, Bukan Format Teks


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsFKl8i1wqF3r8PjjPO5U7iwt43OnT343RDg6e6OzrxXLdWa7a6OwaN-O-sJ8jj_vk4-OLGqToC5o53i_K4e06T7iz0PJv5TROb3m-Cb9LT8R24V7RV6Up9BHXmsHlFK2cOgPZzGhhGdZ8/s320/unnamed+%252811%2529.jpg

 Selain ditulis, Al-Quran sampai kepada kita lewat hafalan yang merupakan keunggulan bahasa Arab.

Sejak diturunkan di masa Rasulullah SAW, sebenarnya Al-Quran itu lebih dominan dihafal ketimbang ditulis. Bukan hanya dihafal saja, tetapi Al-Quran dibaca tiap hari lima kali dalam shalat fardhu.

Kenapa lebih dominan dihafal?

Karena Al-Quran itu turun dalam format suara dan bukan dalam format teks. Dan kelebihan bahasa Arab itu mudah dihafal dibandingkan menghafal kalimat dalam bahasa lainnya.

Saat ini di permukaan bumi ini ada bermilyar manusia yang menghafal ayat-ayat Al-Quran sebagiannya, dan ada ribuan umat Islam yang menghafal seluruh ayatnya yang lebih dari 6 ribuan. Mereka membacanya berulang-ulang setiap hari, setidaknya lima kali sehari.

Sekali saja ada orang yang salah membaca Al-Quran, akan ada ribuan orang yang mengingatkan kesalahan itu. Semua itu menjelaskan firman Allah SWT bahwa Al-Quran itu memang dijaga keasliannya oleh Allah SWT Tidak mungkin Al-Quran ini punah atau dipalsukan.

Al-Quran dari segi periwayatannya sangat pasti benarnya, sehingga para ulama menyebut hal ini dengan ungkapan : qat’iyu ats-tsubut (قطعي الثبوت).

Selain Al-Quran, di dunia ini tidak ada satu pun kitab suci yang bisa dihafal oleh pemeluknya. Selain karena kitab-kitab suci mereka agak rancu sebagaimana kerancuan perbedaan doktrin dan perpecahan sekte dalam agama itu, juga karena kitab-kitab itu terlalu beragam versinya. Bahkan seringkali mengalami koreksi fatal dalam tiap penerbitannya.

Oleh karena itu kita belum pernah mendengar ada Paus di Vatican sebagai pemimpin tertinggi umat Kristiani sedunia, yang pernah menghafal seluruh isi Injil atau Bible di luar kepala.

Para pendeta Yahudi tertinggi tidak ada satu pun yang mengklaim telah berhasil menghafal seluruh isi Talmud atau Taurat secara keseluruhan dari ayat pertama hingga ayat yang penghabisan.

Dan tidak ada satu pun dari para Biksu Budha di seluruh dunia yang dikabarkan pernah menghafal Tripitaka. Dan tak satu pun petinggi dari agama Hindu yang pernah dinyatakan menghafal Veda.

Wallahu a'lam bishshawab. (Galafath)

Monday, August 3, 2015

Indonesia 'Gigit Jari' Ditinggal Industri Komputer


Industri perakitan motherboard di Malaysia.
Industri perakitan hard disk dan SSD (solid state drive) di Thailand.
Industri perakitan flashdisk, SDCard, dan SSD di Filipina.
Industri perangkat lunak Linux dikuasai Malaysia.
Industri perangkat lunak Android didominasi Malaysia dan Vietnam.

Indonesia???

Indonesia kuasai bahan baku dan komponennya untuk mereka, dan sekaligus menjadi pasar untuk mereka.

(Leo Kusuma)

Notes From Athens: Belajar dari Krisis Yunani


Oleh Hatta Syamasuddin*

Dalam dua hari ini banyak sahabat di tanah air yang menanyakan keadaan saya di Yunani, baik melalui chat Whatsapp maupun FB. Pemberitaan terkini tentang kondisi di Yunani memang cukup memprihatinkan, karenanya saya ucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan dengan menanyakan kabar. Ingin rasanya mengupload secara rutin menu sahur dan buka puasa saya sehari-hari he2, untuk sekedar menenangkan para kolega dan handai taulan di tanah air, bahwa saya disini Alhamdulillah dalam kondisi baik, aman dan kenyang saat berbuka tentunya. Anugerah Allah SWT yang senantiasa kita harapkan dimanapun kita berada, aamanahum min khouf wa ath’amahum min juu’.

Tapi kondisi krisis Yunani memang sangat menarik kita cermati, dan sayang untuk dilewati. Hitung-hitung sebagai peringatan diri kita secara pribadi, karena pada hakikatnya kita juga masing-masing mengelola sebuah institusi ekonomi, minimal keluarga.  Meski  tidak berlatar belakang ekonomi, saya coba merangkum kondisi dan situasi Yunani, setidaknya dari analisa para pengamat ekonomi dadakan, sahabat-sahabat saya di sini, plus melihat apa yang menjadi bahasan utama di media akhir-akhir ini.

Hutang Yunani, seberapa besar?

Mendengar kata bangkrut, tentu bayangan kita segera mengingat para pedagang yang bertumpuk hutang, bukan saja tak mampu membayar, bahkan aset dan kekayaannya tak cukup untuk menutup hutang tersebut. Barangkali istilah itu memang tepat juga untuk melihat kondisi perekonomian Yunani saat ini. Betapa tidak, untuk saat ini Yunani punya total utang sekitar 360 miliar euro (Rp 5.000 triliun) dengan rasio utang pemerintah Yunani terhadap PDB negaranya adalah 155,3% .  Indonesia meski juga memiliki hutang yang cukup besar, yaitu Rp 2.845 triliun, namun dengan rasio yang rendah hanya 24,7% dari PDB. Tapi soal angka ini juga bukan menjadi satu-satunya indikasi, mengingat Amerika dan Jepang juga dalam hitungan hutang juga mencatat prestasi yang tak jauh berbeda. Amerika adalah negara dengan hutang terbesar di dunia, dengan rasio terhadap PDB di kisaran 95%, sementara Jepang menyusul di peringkat dunia dengan tingkat rasio yang jauh lebih parah yaitu dikisaran 200%.  Namun kedua negara tersebut mempunyai kemampuan bayar atau mengangsur pinjamannya dengan cukup signifikan.

Lalu mengapa Yunani tak bisa membayar hutang-hutangnya, bahkan puncaknya Selasa 30 Juni kemarin tidak mampu memenuhi deadline pembayaran hutang yang sudah jatuh tempo sebesar 1,54 miliar euro (Rp 22 triliun) ke IMF? Sektor andalan Yunani hanya dua bidang, yaitu pariwisata dan perkapalan, sangat tidak cukup untuk menyokong kebutuhan negara dalam pembayaran hutang, apalagi sebagiannya dikuasai oleh swasta bahkan negara lain. Sektor pariwisata misalnya, setiap tahun turis yang datang ke Yunani mencapai 17 juta jiwa, hampir dua kali lipat jumlah penduduk Yunani yang berjumlah 11 juta. Namun sektor yang mengumpulkan hampir seperempat pekerja Yunani ini, hanya menopang 18 persen perekonomian Yunani.

pohon zaitun (olive) banyak tersebar
Pendapatan dari sektor pajak lebih tidak bisa diandalkan, orang-orang kaya banyak menjadi pengemplang pajak karena melihat banyak korupsi terjadi disana-sini. Sementara untuk hasil bumi juga lebih tidak potensial lagi. Yunani bukan negara penghasil tembakau terbesar sebagaimana Argentina, yang kemudian bisa bangkit dari krisis hanya dalam waktu dua tahun saja. Produksi buah zaitun (olive) yang cukup besar di Yunani tidak banyak berpengaruh, karena buahnya saja diekspor ke Jerman dan Belanda. untuk kemudian diolah lebih lanjut menjadi minyak zaitun dengan harga yang tentu jauh lebih mahal. Ini mirip persis negara kita Indonesia yang menjadi penghasil kokoa terbesar di dunia, lalu diekspor ke negara-negara eropa seperti Swiss, menjadi branding produk coklat yang mewah lagi mahal.

Dengan semua itu, walhasil, nyaris tidak ada sektor pendapatan yang bisa diandalkan. Negara ini benar-benar hidup dari hutang, dari tahun ke tahun.

Sebab Krisis Yunani

Sebenarnya bagaimana krisis ini bermula ? Bagaimana sejarahnya Yunani bisa menumpuk hutang sebesar itu. Jika dirunut secara sederhana, ada tiga sebab setidaknya munculnya krisis ekonomi di Yunani ini, yang sebagian besar dimulai dari belasan tahun yang lalu. Karena terbukti sejak tahun 1993 sebenarnya, rasio hutang Yunani terhadap PDB sudah mencapai kisaran 100%.

Sebab pertama adalah belanja negara yang royal untuk memanjakan rakyatnya, banyak hutang digunakan untuk membiayai subsidi, dana pensiun, gaji PNS, dengan aturan dan kebijakan yang sangat unik. Misalnya pensiun di usia 58 tahun, yang jelas jauh berbeda dengan aturan umum negara-negara eropa seperti Jerman yang memberlakukan pensiun pada usia 65 tahun. Belum lagi dana pensiun bisa diwariskan bahkan sampai ke anak, meski sudah berusia dewasa. Begitu pula perekrutan PNS sangat besar-besaran setiap periodenya, banyak anggota tim sukses partai yang menang direkrut langsung menjadi PNS yang tidak diikuti dengan pembagian kerja yang jelas dan produktif.

Adapun sebab kedua adanya proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bombastis dengan mengambil dari dana hutang. Hal ini terjadi khususnya pada periode penyiapan Olympiade Athena tahun 2004 lalu yang juga disebut sebagai peringatan 1 abad penyelenggaraan olympiade modern yang dulu pertama kali digelar juga di Athena pada tahun 1896. Banyak fasilitas mewah yang dibangun, jalan tol, gedung asrama atlit, dan tentu saja stadion megahnya yang hari ini menjadi saksi bisu megahnya penyelenggaraan olympiade tersebut, hanya saja banyak yang hari ini tidak terpakai secara optimal, bahkan sama sekali dibiarkan tak terawat begitu saja. Adalah Jerman yang pada waktu itu disebut-sebut dengan semangat menggelontorkan dana pinjaman untuk keperluan penyelenggaraan tersebut. Karenanya tidak salah jika ada yang berkomentar ringan, bahwa krisis ini muncul juga karena jebakan batman dari Jerman, yang ternyata masih menyimpan dendam atas kekalahan mereka dari Yunani di pertempuran Kreta tahun 1941 pada masa Perang Dunia pertama. Hmm, sejarah selalu punya andil dalam setiap krisis yang terjadi.

Adapun sebab ketiga tentu saja adalah korupsi, di berbagai bidang khususnya pajak dan pelayanan publik, yang saking banyaknya tidak tahu harus dari mana pemberantasannya dan siapa yang memberantas, mengingat hampir semua aparat terkena getahnya. Mungkin bisa diibaratkan Yunani masih dalam kondisi seperti pada orde baru dimana KKN sangat menggurita, dan tak tahu bagaimana ujungnya. Di Yunani terkenal istilah “fakelaki” yang berarti “amplop kecil” sebagai sebuah jargon untuk menyebut uang pelicin saat ingin mendapatkan pelayanan ekstra dalam pengurusan ijin tertentu atau pelayanan publik.

Tiga hal di atas ditambah dengan minimnya pendapatan negara menjadikan hutang Yunani terus bertumpuk dan berlanjut menjadi krisis. Hal ini diperparah lagi dengan orang-orang kaya yang menjadi pengemplang pajak begitu banyak, mereka beralasan karena korupsi masih banyak terjadi dimana-mana. Memang sektor pajak diindikasi paling banyak dikorupsi, bahkan sampai pada kisaran 30% dari total penerimaan pajak.

Kondisi Terkini

Lantas bagaimana kondisi terkini paska 30 Juni dimana Yunani tidak bisa memenuhi deadline pembayaran ke IMF sebesar 1,6 milliar euro, yang itu berarti gagal bayar dan terancam keluar dari Uni Eropa. Sebenarnya IMF mencoba ‘berbaik hati’ dengan bersama negara-negara uni Eropa menawarkan lagi-lagi pinjaman atau dana talangan sebesar 7,2 miliar euro atau setara dengan Rp 108 triliun. Yang dengan dana itu setidaknya Yunani bisa menyelesaikan kewajiban hutang yang jatuh tempo tersebut. Ibaratnya pepatah, ini mirip gali lubang tutup sumur.

Namun tentu saja pinjaman dari IMF dan negara-negara uni Eropa tidak ‘gratis’, mereka mensyaratkan beberapa syarat yang tentu saja akan berpengaruh pada perekonomian rakyat secara langsung. Dan bukan itu saja, syarat-syarat dari IMF itu jelas sangat bertentangan dengan yang dikampanyekan Perdana Mentri Alexis Tsipras pada Januari yang lalu. Perdana Mentri berusia 40-tahun itu - tercatat sebagai Perdana Menteri termuda dalam sejarah Yunani sejak 150 tahun terakhir (sejak 1865)- menjadikan point penting janji kampanye nya adalah : mengembalikan gaji pegawai negeri dan pensiunan yang pernah turun 30% pada pemerintahan sebelumnya, serta mengembalikan para buruh dan pekerja yang di-phk pada pemerintahan sebelumnya.

Janji yang teramat manis bagi rakyat Yunani ditengah situasi krisis. Karenanya, partai Syriza yang mengusung Alexis Tsipras, meski berhaluan komunis, berhasil mendongkrak perolehan suara secara bombastis. Jika pada pemilu 2009 partai ini mendapat 4,6 % suara rakyat Yunani, pada pemilu 2012 naik menjadi 27%, dan puncaknya pada pemilu 2015, januari yang lalu berhasil memenangkan pemilu dengan mengumpulkan dukungan 36% suara rakyat Yunani. Karena itu, saat ini menjadi sangat dilematis bagi Alexis Tsipras untuk memenuhi syarat pencairan dan lanjutan dari IMF, yang utamanya berupa pengurangan belanja pegawai dan pensiunan, menaikkan pajak diberbagai sektor, dan pengurangan atau penjualan BUMN yang berarti juga PHK masal terancam dihadapan.

Alternatif lain yang lebih memungkinkan bagi Alexis Tsipras adalah dengan menolak syarat IMF,  keluar dari Uni Eropa dan kembali berdikari dengan menggunakan mata uang sendiri Drahma. Kedua pilihan yang sama-sama sulit, karenanya sang PM ingin mendapatkan legitimasi yang kuat dengan menggelar referendum hari Ahad 5 juli besok, yang diikuti seluruh rakyat yang memiliki hak pilih, untuk menolak atau menerima syarat yang diajukan oleh IMF.

Kondisi di Lapangan

PM Alexis
Jika sahabat bertanya kondisi lapangan yang terjadi, maka benar apa yang diberitakan terjadi antrian ATM dan perbankan tutup, rencana dibuka kembali tanggal 7 Juli. Beberapa demonstrasi juga terjadi di gedung parlemen Yunani di Syntaqma Square, namun dengan intensitas yang masih kecil dan relatif terkendali. Hal yang berbeda mungkin bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat pada tahun 2010 yang lalu memang sempat terjadi kerusuhan dan pembakaran di sejumlah titik di Athena, yang tentu saja karena pemberlakuan syarat IMF pada waktu itu, yaitu pengurangan gaji PNS dan pensiunan serta PHK masal karena pengurangan BUMN dari 6000 menjadi 3000.  Pada waktu itu PNS dan Pensiunan Yunani dipotong gaji sebesar 30%, bayangkan jika itu terjadi di Indonesia, pastilah ada efek kekacauan yang tidak jauh berbeda.

Jadi untuk saat ini masih wait and see, mengingat perkiraan hasil referendum saat ini masih sama besar antara pihak yang menolak dan menyetujui. Lantas bagaimana pengaruh krisis ini pada masyarakat Indonesia yang di Yunani ? Tentu pasti berpengaruh dalam hal-hal tertentu, mengingat perekonomian secara umum terdampak perkembangannya. Namun sebagian besar pekerja Indonesia di sini bekerja pada mereka yang bergerak di sektor swasta dan pengusaha. Sehingga masih ada waktu untuk berhitung kembali tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Pelajaran bagi kita selaku negara, terlebih secara pribadi. Agar tidak menumpuk hutang dari tahun ke tahun untuk kepentingan konsumtif yang berlebihan, apalagi untuk kepentingan menonjolkan diri dan kemewahan sebagaimana terjadi di Yunani pada penyelenggaraan Olimpiade Athena tahun 2004.  Lebih penting juga agar kita senantiasa berupaya meningkatkan pendapatan dengan multi tasking, tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Sehingga ketika kita berhutang pun, masih bisa mengangsur dengan tepat dan baik. Mudah memang untuk diucapkan, soal aplikasi kita semua diuji dihadapan Allah SWT dan manusia.

Oya, jangan lupa untuk ‘wastainu bishobri wa sholat”, menjadikan kesabaran dan menegakkan sholat sebagai kekuatan utama dalam menghadapi ujian kehidupan. Tentang hal ini, ada beberapa sahabat yang berkomentar serius dengan nada bercanda : kalau mau lepas krisis, Yunani harus bangun satu masjid yang resmi dan cukup besar di tengah kota. Hmm, benar juga .. negara dan rakyat Yunani ini sudah terlampau lama dalam kesombongan, tidak mengijinkan pendirian masjid yang resmi. Perjuangan melalu parlemen saja sudah dimulai sejak awal tahun 1980, 35 tahun yang lampau. Insya Allah postingan berikutnya tentang hal tersebut.

Selamat Ramadhan, salam hangat dari Athena.

follow @hattasyamsuddin on twitter

*Sumber: http://www.indonesiaoptimis.com/2015/07/notes-from-athens-5-krisis-yunani.html