Showing posts with label Dunia Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Dunia Olahraga. Show all posts
Friday, August 21, 2015
Kecantikan Presenter Ini Bikin Konsentrasi Pemain Pada Buyar
Presenter olahraga di salah satu televisi Serbia, Katarina Sreckovic, nyaris kehilangan pekerjaan hanya karena parasnya yang terlalu cantik. Kecantikannya dinilai mengganggu konsentrasi pemain sepakbola.
Katarina yang bekerja untuk CEN Sports, membawakan acara yang khusus membahas tentang klub sepakbola terbesar di Serbia, Red Star Belgrade. Sayangnya, perempuan berusia 25 tahun itu malah menimbulkan masalah untuk tim tersebut.
Setiap Katarina menyodorkan pertanyaan, pemain yang menjadi narasumbernya kerap tidak bisa menjawab dengan penuh konsentrasi. Bahkan, kecantikannya telah mengganggu para pemain yang berada di lapangan.
Meski begitu, Katarina tak ingin menyerah dan meninggalkan pekerjaannya. Terlebih, Red Star merupakan tim kesayangannya. Dan bekerja sebagai jurnalis adalah impian wanita yang pernah menjalin asmara dengan pemain junior Red Star ini.
"Saya mengakui itu awalnya menjadi masalah, tetapi saya kira mereka kini sudah terbiasa. Awalnya, saya pikir mereka tak bisa bekerja sama dengan saya," ungkap Katarina, dilansir Mirror.
"Saya bahkan sempat beberapa kali diusir karena dianggap mengalihkan perhatian para pemain di lapangan. Mereka mengeluh karena tak bisa berkonsentrasi," sambungnya. (one)
Friday, August 7, 2015
Apa itu Parkour??
Mengenal apa itu Parkour dan Freerunning
Definisi Parkour
Sejarah Parkour
Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.
Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata Parkour itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada abad 19 bernama Georges Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert terinspirasi oleh suku di Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik. Ternyata, yang bisa membuat suku tersebut kuat adalah lingkungan sekitarnya yang telah melatih mereka dengan sendirinya selama bertahun-tahun.
Akhirnya, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode naturalle yang terkenal dengan moto etre fort pour etre utile atau to be strong, to be useful.
Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing, dan swimming. Metode itulah yang akhirnya dipakai para tentara Prancis di perang Vietnam. Salah satu yang mendalami latihan itu adalah Raymond Belle, ayah David Belle itu sendiri.
Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.
Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).
Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama Yamakasi. Bersama teman masa kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.
David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang keefektifan dan efisiensi yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi melewati rintangan dengan cepat dan efisient. Sedangkan Sebastian lebih memilih untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan pacours du combatant yang akhirnya menjadi Freerunning.
Hal tersebut yang membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang dengan parkour.
Saat ini David Belle memulai tur dunia dengan asosiasi yang dia dirikan (PAWA) bersama tim Parkour yang dulu dia dirikan. Dan ini hanyalah sebuah awal
Terminology
Parkour berasal dari kata parcours du combatant yang berarti pelatihan halang rintang untuk sesi militer. Kata Parcours c diganti menjadi k dan snya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. Parkours philosophy about efficiency .
Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata tracer yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).
Filosofi dan nilai moral dalam Parkour.
Definisi dari Parkour sendiri adalah seni berpindah tempat melewati beberapa obstacle dari point A menuju point B. Seni ini adalah cara baru untuk beradaptasi lingkungan atau melewati segala macam bentuk obstacles yang ada di sekitar kita hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya.
Tujuan dan inti dari Parkour itu sendiri adalah mampu menghadapi semua rintangan atau obstacles di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan mengunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah dengan cara mengkombinasikan beberapa gerakan yang mengalir dan control yang penuh.
Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu manjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadangkala setiap rintangan dan obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.
Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam Parkour
1. Seni untuk melewati semua masalah dalam track kehidupan.
Saat kita menjalankan track kehidupan, terdapat banyak rintangan dan masalah hidup yang terlihat seperti obstacles dalam hidup. Semua orang pasti mempunyai tjuan akhir. Tapi saat kita bergerak ke tujuan akhir, banyak rintangan (obstacles) yang menghadang. Dengan memakai prinsip dari Parkour, kita akan berusaha melewati rintangan obstacles tersebut dengan indah dan penuh control. Memecahkan masalah yang kita hadapi dengan efektif dan efisien. Semua manusia pasti mempunyai track kehidupannya masing-masing.
2. Melawan Rasa takut.
Seseorang yang takut untuk mencoba, tidak akan berbuat apa-apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Semua manusia pasti melewati proses seperti ini. Kalau kita tidak bisa melawan rasa takut, ngga akan ada kemajuan dalam kehidupan. Kita bisa naik motor, sukses dalam bisnis, menang tender dan sebagainya adalah buah dari keberanian kita melawan rasa takut.
Tapi ingat ukur ketakutan dan keberanianmu dengan meteran nyali. Kalau kita terlalu berani, kita akan bertindak bodoh, ceroboh bahkan celaka. Tapi kalo terlalu takut, maka kita tidak akan berbuat apa-apa. Jadi antara rasa takut dan berani harus seimbang.
3. Bangkit dari kegagalan.
Saat kita mencoba suatu gerakan di Parkour, kita akan selalu mengalami kegagalan atau jatuh. Tapi kalo kita terus bangkit berdiri dan mencoba lagi, kita pasti akan bisa menguasai salah satu gerakan tersebut. Begitu pula dalam kehidupan. Intinya berani gagal alias berani jatuh. Coba lagi dan pelajari supaya tidak gagal dan jatuh lagi.
4. Flexibilitas dan fluiditas.
Berlatih Parkour akan membuat diri kita flexible dan semangat kita terus mengalir. Begitu pula dalam kehidupan. Saat kita berada dalam lingkungan baru, kita berpikir untuk tetap flexible dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Walaupun lingkungan tersebut awalnya tidak membuat diri kita nyaman. Sedangkan fluiditas akan membuat diri kita mempunyai semangat yang terus mengalir untuk menjalani kehidupan walaupun mempunyai masalah yang berat.
5. Kreatifitas dan kebebasan.
Dalam Parkour kita bisa berkreasi untuk menciptakan gerakan atau menggabungkan beberapa gerakan dasar menjadi gerakan baru tergantung kreatifitas kita. Hidup pun begitu, kita harus kreatif sehingga bisa berguna dan bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu, Parkour juga mengajarkan kita untuk bergerak bebas menuju kebebasan tanpa melawan aturan.
Perbedaaan Parkour dengan Freerunning ?
Banyak orang mengira freerunning itu sama dengan parkour, ternyata pada dasarnya kedunya berbeda.
Parkour itu adalah suatu seni gerak yang mendasarkan pada keefisienan, atau bisa disebut suatu seni untuk kabur dengan cepat dan efisien.
Sedangkan freerunning menurut David Belle tidak efisien karena dalam freerunning terdapat gerakan-gerakan seperti " spin dan Flip" yang lebih cenderung kepada keindahan gerakan bukan keefisienan.
Hal tersebut yang membuat Parkour dengan Freerunning itu sendiri berbeda.
(flip atau dengan kata lain yaitu salto)
jadi pada dasarnya freerunning hanya dipergunakan untuk keindahan gerakan saja
Parkour menentang kompetisi.
Sebuah kampanye datang dari beberapa praktisi Parkour tentang menentang keras adanya kompetisi dan rival di dalam Parkour. Kompetisi tidak sesuai dengan filosofi dan nilai moral dari parkour yang mengutamakan kebebasan. Kompetisi hanya akan mendorong seseorang untuk mengalahkan orang lain yang disaksikan oleh penonton atau hanya akan menambah keuntungan oleh beberapa corporasi yang hanya mengambil keuntungan dari Parkour.
Latihan Parkour bukan ditujukan untuk melawan atau mengalahkan orang lain. Parkour ditujukan untuk membantu orang lain sehingga manusia mempunyai cara berpikir moderasi (sederhana) dan memiliki ketahanan fisik yang lama.
Parkour Bukan Olah Raga Ekstrem.
Banyak orang awam yang melihat video-video Parkour mulai beranggapan bahwa Parkour adalah olah raga ekstrem dan menggolongkannya dengan olahraga seperti skate board, bmx dan lainnya. Sehingga banyak orang yang nekat melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius.
Parkour tidak hanya berhubungan dengan nyali saja, tapi sangat berhubungan erat dengan pikiran matang, latihan fisik dan dan teknik yang terus menerus dilakukan. Gerakan-gerakan yang kita lihat melalui video seperti yang dilakukan David Belle dan anggota Yamakasi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang selama belasan tahun.
Mengembangkan dan menyebarkan Parkour
Saat ini Parkour mulai dikenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Perlahan-lahan beberapa traceur yang mengerti akan filosofi dan teknik dalam Parkour mulai bertambah. Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber terpercaya, lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing. Pengetahuan seperti inilah yang harus disebarkan ke masyarakat luar dan memberikan edukasi yang benar tentang Parkour mulai dari sejarah dan filosofi yang terkait di dalamnya.
Intinya adalah, Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Parkour juga mencerminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya sekedar sebuah olah raga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting Parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.
(sumber)
Definisi Parkour
Sejarah Parkour
Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.
Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata Parkour itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.
Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada abad 19 bernama Georges Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert terinspirasi oleh suku di Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik. Ternyata, yang bisa membuat suku tersebut kuat adalah lingkungan sekitarnya yang telah melatih mereka dengan sendirinya selama bertahun-tahun.
Akhirnya, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode naturalle yang terkenal dengan moto etre fort pour etre utile atau to be strong, to be useful.
Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing, dan swimming. Metode itulah yang akhirnya dipakai para tentara Prancis di perang Vietnam. Salah satu yang mendalami latihan itu adalah Raymond Belle, ayah David Belle itu sendiri.
Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.
Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).
Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama Yamakasi. Bersama teman masa kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.
David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang keefektifan dan efisiensi yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi melewati rintangan dengan cepat dan efisient. Sedangkan Sebastian lebih memilih untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan pacours du combatant yang akhirnya menjadi Freerunning.
Hal tersebut yang membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang dengan parkour.
Saat ini David Belle memulai tur dunia dengan asosiasi yang dia dirikan (PAWA) bersama tim Parkour yang dulu dia dirikan. Dan ini hanyalah sebuah awal
Terminology
Parkour berasal dari kata parcours du combatant yang berarti pelatihan halang rintang untuk sesi militer. Kata Parcours c diganti menjadi k dan snya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. Parkours philosophy about efficiency .
Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata tracer yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).
Filosofi dan nilai moral dalam Parkour.
Definisi dari Parkour sendiri adalah seni berpindah tempat melewati beberapa obstacle dari point A menuju point B. Seni ini adalah cara baru untuk beradaptasi lingkungan atau melewati segala macam bentuk obstacles yang ada di sekitar kita hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya.
Tujuan dan inti dari Parkour itu sendiri adalah mampu menghadapi semua rintangan atau obstacles di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan mengunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah dengan cara mengkombinasikan beberapa gerakan yang mengalir dan control yang penuh.
Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu manjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadangkala setiap rintangan dan obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.
Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam Parkour
1. Seni untuk melewati semua masalah dalam track kehidupan.
Saat kita menjalankan track kehidupan, terdapat banyak rintangan dan masalah hidup yang terlihat seperti obstacles dalam hidup. Semua orang pasti mempunyai tjuan akhir. Tapi saat kita bergerak ke tujuan akhir, banyak rintangan (obstacles) yang menghadang. Dengan memakai prinsip dari Parkour, kita akan berusaha melewati rintangan obstacles tersebut dengan indah dan penuh control. Memecahkan masalah yang kita hadapi dengan efektif dan efisien. Semua manusia pasti mempunyai track kehidupannya masing-masing.
2. Melawan Rasa takut.
Seseorang yang takut untuk mencoba, tidak akan berbuat apa-apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Semua manusia pasti melewati proses seperti ini. Kalau kita tidak bisa melawan rasa takut, ngga akan ada kemajuan dalam kehidupan. Kita bisa naik motor, sukses dalam bisnis, menang tender dan sebagainya adalah buah dari keberanian kita melawan rasa takut.
Tapi ingat ukur ketakutan dan keberanianmu dengan meteran nyali. Kalau kita terlalu berani, kita akan bertindak bodoh, ceroboh bahkan celaka. Tapi kalo terlalu takut, maka kita tidak akan berbuat apa-apa. Jadi antara rasa takut dan berani harus seimbang.
3. Bangkit dari kegagalan.
Saat kita mencoba suatu gerakan di Parkour, kita akan selalu mengalami kegagalan atau jatuh. Tapi kalo kita terus bangkit berdiri dan mencoba lagi, kita pasti akan bisa menguasai salah satu gerakan tersebut. Begitu pula dalam kehidupan. Intinya berani gagal alias berani jatuh. Coba lagi dan pelajari supaya tidak gagal dan jatuh lagi.
4. Flexibilitas dan fluiditas.
Berlatih Parkour akan membuat diri kita flexible dan semangat kita terus mengalir. Begitu pula dalam kehidupan. Saat kita berada dalam lingkungan baru, kita berpikir untuk tetap flexible dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Walaupun lingkungan tersebut awalnya tidak membuat diri kita nyaman. Sedangkan fluiditas akan membuat diri kita mempunyai semangat yang terus mengalir untuk menjalani kehidupan walaupun mempunyai masalah yang berat.
5. Kreatifitas dan kebebasan.
Dalam Parkour kita bisa berkreasi untuk menciptakan gerakan atau menggabungkan beberapa gerakan dasar menjadi gerakan baru tergantung kreatifitas kita. Hidup pun begitu, kita harus kreatif sehingga bisa berguna dan bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu, Parkour juga mengajarkan kita untuk bergerak bebas menuju kebebasan tanpa melawan aturan.
Perbedaaan Parkour dengan Freerunning ?
Banyak orang mengira freerunning itu sama dengan parkour, ternyata pada dasarnya kedunya berbeda.
Parkour itu adalah suatu seni gerak yang mendasarkan pada keefisienan, atau bisa disebut suatu seni untuk kabur dengan cepat dan efisien.
Sedangkan freerunning menurut David Belle tidak efisien karena dalam freerunning terdapat gerakan-gerakan seperti " spin dan Flip" yang lebih cenderung kepada keindahan gerakan bukan keefisienan.
Hal tersebut yang membuat Parkour dengan Freerunning itu sendiri berbeda.
(flip atau dengan kata lain yaitu salto)
jadi pada dasarnya freerunning hanya dipergunakan untuk keindahan gerakan saja
Parkour menentang kompetisi.
Sebuah kampanye datang dari beberapa praktisi Parkour tentang menentang keras adanya kompetisi dan rival di dalam Parkour. Kompetisi tidak sesuai dengan filosofi dan nilai moral dari parkour yang mengutamakan kebebasan. Kompetisi hanya akan mendorong seseorang untuk mengalahkan orang lain yang disaksikan oleh penonton atau hanya akan menambah keuntungan oleh beberapa corporasi yang hanya mengambil keuntungan dari Parkour.
Latihan Parkour bukan ditujukan untuk melawan atau mengalahkan orang lain. Parkour ditujukan untuk membantu orang lain sehingga manusia mempunyai cara berpikir moderasi (sederhana) dan memiliki ketahanan fisik yang lama.
Parkour Bukan Olah Raga Ekstrem.
Banyak orang awam yang melihat video-video Parkour mulai beranggapan bahwa Parkour adalah olah raga ekstrem dan menggolongkannya dengan olahraga seperti skate board, bmx dan lainnya. Sehingga banyak orang yang nekat melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius.
Parkour tidak hanya berhubungan dengan nyali saja, tapi sangat berhubungan erat dengan pikiran matang, latihan fisik dan dan teknik yang terus menerus dilakukan. Gerakan-gerakan yang kita lihat melalui video seperti yang dilakukan David Belle dan anggota Yamakasi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang selama belasan tahun.
Mengembangkan dan menyebarkan Parkour
Saat ini Parkour mulai dikenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Perlahan-lahan beberapa traceur yang mengerti akan filosofi dan teknik dalam Parkour mulai bertambah. Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber terpercaya, lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing. Pengetahuan seperti inilah yang harus disebarkan ke masyarakat luar dan memberikan edukasi yang benar tentang Parkour mulai dari sejarah dan filosofi yang terkait di dalamnya.
Intinya adalah, Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Parkour juga mencerminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya sekedar sebuah olah raga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting Parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.
(sumber)
Pesan Ayah Untuk Martunis: "Kemanapun Kamu Pergi, Jangan Tinggalkan Shalat"
Sejak Martunis diterima di tim U-19 Sporting Lisbon, Sarbini, ayah kandungnya selalu berpesan harus disiplin mengikuti latihan dan semangat dalam setiap kegiatan selama berada di Protugal.
“Saya selalu mengingatkan Martunis, harus disiplin, harus tepat waktu dalam setiap latihan, jangan malas, supaya cita-citanya tercapai, kami sekeluarga selalu mendoakan,” kata Sarbini, ayah kandung Martunis, seperti dikutip dari viva.co.id.
Selain itu, meski hidup negeri orang, Sarbini tidak lupa berpesan kepada anaknya yang selamat dari dahsyatnya gelombang Tsunami itu, jangan sampai lupa shalat lima waktu dan membaca Qur’an selama tinggal di Protugal.
Martunis dikenal pemuda yang pendiam, baik di rumah dan di sekolah, tapi dia termasuk anak yang taat yang selalu shalat berjamaah.
“Ke mana pun kamu pergi, jangan tinggal shalat dan baca Qur’an,” ujar Sarbini.
Diakuinya, Martunis sangat ingin menjadi pemain bola seperti ayah angkatnya, Cristiano Ronaldo. Selama di Aceh, Martunis setiap sore ikut latihan bola dan futsal bersama teman-teman di salah satu klub lokal Aceh.
Kini mimpinya unttuk bermain diklub CR7 memulai karir sudah terwujud. Dia diterima untuk bergabung di akademi Sporting.
“Jangan puas dulu sampai di situ, harus berjuang dan terus berusaha untuk menjadi pemain bola yang sukses ditingkat internasional,” pesan Sarbini kepada Martunis saat meninggalkan Aceh.
Dikutip dari wikipedia.org, Martunis yang lahir di Banda Aceh, 10 Oktober 1997 adalah salah satu anak Aceh korban tsunami Desember 2004 yang dikenal karena mendapat simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal dan menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo (CR7)
Martunis selamat setelah meraih sepotong kayu, lalu terapung-apung. Kemudian ia berpindah ke kasur yang melintas di dekatnya, tapi nahas, kasur itupun tenggelam. Lalu ia memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup. Ia selamat setelah terseret arus tsunami yang kembali lagi ke laut dan terdampar di kawasan rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala. Setelah 21 hari bertahan, penduduk menemukan Martunis pada 15 Januari 2005. Warga menyerahkan dia kepada awak televisi Inggris yang kebetulan meliput di wilayah itu. Dalam sekejap gambar Martunis yang masih mengenakan kaus timnas Portugal, beredar di stasiun televisi Eropa.
Bocah kurus berkulit hitam itupun menarik simpati bintang top sepak bola Portugal seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, pelatih Luiz Felipe Scolari, serta Gilberto Madail, ketua Federasi Sepak Bola Portugal. Akhirnya Federasi Sepak Bola Portugal mengundang secara resmi Martunis ke negaranya. (sbb/dakwatuna)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2015/07/07/71380/pesan-ayah-untuk-martunis-ke-mana-pun-kamu-pergi-jangan-tinggal-shalat-dan-baca-quran/#ixzz3fAsj8MwG
WBO Cabut Gelar Juara Floyd Mayweather
WBO mencabut gelar dan menarik sabuk juara kelas welter yang dimenangkan Floyd Mayweather Jr saat mengalahkan Manny Pacquiao beberapa bulan lalu. Mayweather dianggap gagal mengikuti ketentuan-ketentuan yang dibuat organisasi tinju tersebut.
Mayweather merebut gelar juara dunia WBO kelas welter setelah menang angka mutlak atas Pacquiao pada 2 Mei lalu. Pertandingan tersebut tercatat dalam sejarah sebagai duel dengan rekor finansial terbesar, mulai dari total pendapatan petinju, pembayaran hak siar televisi, penjualan hak siar ke televisi asing, sponsorship hingga harga tiket.
Soal alasan pencabutan gelar, WBO menyebut kalau petinju asal Amerika Serikat itu tidak mengikuti aturan yang mereka punya. WBO memiliki ketentuan kalau petinju yang memiliki beberapa gelar juara dunia dari kelas berbeda harus melepas gelar juara dunia lain yang dipunya, itu dilakukan demi memberi mendorong petinju lain memperebutkan titel tersebut.
Sebagai catatan, Mayweather saat ini masih memegang sabuk juara WBA dan WBC junior kelas menengah. Pencabutan gelar oleh WBO tersebut membuat kelas welter dalam posisi lowong. Demikian dikutip dari ESPN.
"Komite Juara Dunia WBO tidak memiliki alternatif lain kecuali untuk berhenti mengakui Mr. Floyd Mayweather Jr. sebagai juara dunia WBO kelas welter dan mengosongkan titelnya karena gagal mengikuti regulasi WBO," demikian pernyataan resmi WBO, Senin (6/7/2015).
Tak lama setelah mengalahkan Pacquiao, Mayweather sebenarnya sempat berucap kalau dia akan melepas sabuk juara dunia yang lebih dulu dia miliki. Namun sampai tenggat waktu yang ditetapkan WBO pada 4 Juli lalu, Mayweather belum juga melakukannya.
"Saya tidak tahu apakah akan melakukannya di hari Senin atau mungkin dalam beberapa pekan ke depan. Saya akan berbicara dengan tim saya untuk melihat apa yang haru kami lakukan. Petinju lain butuh kesempatan (untuk memenangi gelar juara dunia). Berikan kesempatan pata petinju lain. Aku bukan orang yang serakah. Aku juara dunia di dua kelas berbeda. Ini waktunya membiarkan petinju laun memperebutkan sabuk juara itu," sahut Mayweather ketika itu.
Mayweather juga alpa membayar 'sanctioning fee' (uang yang harus dibayarkan petinju pada organisasi tinju yang menggelar laga mereka) sebesar US$ 200.000 pada WBO. Padahal dari pertarungannya dengan Pacman dia mengantongi lebih dari US$ 220 juta.
Timothy Bradley (Amerika Serikat) menjadi pengganti Mayweather sebagai pemilik gelar juara kelas welter, meski idealnya juara baru ditentukan di atas ring di mana sang juara tampil untuk mempertahankan gelarnya. Namun pencabutan gelar oleh WBO membuat skenario itu tidak bakal dilakukan.
WBA dan WBC sebenarnya juga punya aturan yang sama soal kepemilikan gelar juara dunia di dua kelas berbeda. Namun dua badan tinju tersebut memilih untuk melanggar aturannya sendiri dan membiarkan Mayweather tetap memiliki titel-titelnya, sampai akhirnya WBO mengambil tindakan tegas ini.
Kisah Perjalanan Martunis Dipinang Mantan Klub Ronaldo
Keputusan `bocah tsunami Aceh` Martunis untuk mengikuti jejak ayah angkatnya, Cristiano Ronaldo sudah dimulai sejak dia kecil. Hingga akhirnya pada awal tahun 2015, rombongan wartawan dari Portugal datang untuk meliput Martunis.
"Wartawan asing itu menanyakan cita-cita Martunis. Martunis kemudian menjawab,'Ingin jadi pemain profesional di Portugal'," kata Munawardi, pria yang mendampingi Martinus sejak usia 8 tahun, saat berbincang dengan Dream.co.id.
Wartawan asing yang datang pun kemudian bertanya apa klub favorit Martunis. Dengan cepat Martunis pun menjawab Sporting Lisbon.
Sporting Lisbon merupakan klub tempat Cristiano Ronaldo memulai karier. Martunis yang ingin menapaki karir Ronaldo pun tertarik bergabung.
Berita itu kemudian tersiar. Fans klub yang bermarkas di Stadion Estádio José Alvalade, itu mendesak direksi untuk membawa Martunis. Kesepatakan pun diterima. Martunis dijadwalkan berangkat ke Portugal bulan Maret.
Sayang, di bulan itu usia Martunis belum 18 tahun. Sehingga harus menunggu setidaknya hingga hari ulang tahunnya, 2 Mei.
"Akhirnya, dia bisa berangkat 28 Juni, lalu," ungkap Munawardi. (Ism)
Thursday, August 6, 2015
Direnovasi, Sirkuit Sentul Bakal Jadi Salah Satu Sirkuit Terbaik Dunia
Sirkuit Sentul kini sedang bersolek diri menyambut rencana bakal digelarnya ajang balap MotoGP di Indonesia pada 2017 mendatang.
Tak tanggung-tanggung, Manajemen Sirkuit Internasional Sentul Bogor, langsung mendatangkan desainer sirkuit kelas dunia asal Italia yaitu Jarno Zaffeli untuk melakukan langkah renovasi pada sirkuit Sentul.
"Kami berharap, Sirkuit Sentul bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia," kata Direktur PT Sarana Sirkutindo Utama selaku pengelola sirkuit, Tinton Soeprapto.
Zarno, desainer utusan Dorna selaku promotor MotoGP itu nantinya akan melakukan desain ulang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sehingga sirkuit ini layak menyelenggarakan even balap internasional baik dari segi kualitas aspal sirkuit, keselamatan hingga prasarana pendukung.
Renovasi Sirkuit Sentul memang harus segera dilakukan jika akan menjadi tuan rumah salah satu seri MotoGP 2017. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan Standar internasional meski sebelumnya Sirkuit ini sudah pernah menggelar kejuaraan pada 1997 dan 1998.
Rencana Sirkuit Sentul menjadi tuan rumah MotoGP juga sudah mendapatkan respons positif dari pemerintah. Bahkan, saat CEO Dorna datang ke Indonesia sudah dilakukan pertemuan dengan perwakilan Kemenpora serta Kementerian Pariwisata.
[dzm]
Akhirnya Rio Haryanto menang, Indonesia Raya berkumandang di sirkuit Inggris
Pebalap nasional Rio Haryanto kembali menjadi juara pertama saat tampil pada race pertama atau "sprint race" lomba balap mobil GP2 Series 2015 di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu waktu setempat.
Rio Haryanto yang tergabung di tim Campos Racing berhasil mencatat waktu tercepat pada balapan yang diselenggarakan selama 21 lap itu.
Pebalap yang didukung penuh oleh Pertamina tersebut, tampil tenang dan cepat dari awal balapan untuk merebut kemenangan ketiga di musim GP2 Series 2015 dan masuk finis dengan catatan waktu 36:27.949, sedangkan posisi kedua direbut pebalap tim Trident R Marciello dengan catatan waktu 36:29.874, sedangkan ketiga P. Gasly dari DAMS dengan catatan waktu 36:32.942.
Rekan satu tim Rio Haryanto, Artgur Pic dari Prancis menempati posisi ke-16 dengan catatan waktu 37:02.176. Dengan menjuarai "sprint race", Rio mendapat tambahan 17 poin sehingga sekarang jumlah total poin yang dikumpulkan 91 dan bertengger di urutan ketiga di bawah Stoffel Vandoorne (ART Grand Prix) dengan 170 poin dan Alexander Rossi (Racing Engineering) dengan 105 poin.
Rio yang memulai balapan dari posisi terdepan mendapatkan star yang bagus dan langsung melesat meninggalkan lawan-lawannya, bahkan sebelum masuk ke tikungan pertama. Nick Yelloly yang menjadi pesaing terdekat Rio di barisan terdepan, hanya dapat melihat girboks milik Rio terus menjauhi pebalap tuan rumah itu.
Pada lap kedelapan, Rio kini berhasil membangun jarak tiga detik dengan pebalap di belakangnya, pebalap akademi Ferrari, Rafaelle Marciello. Rio terus tampil konsisten dengan catatan waktu yang stabil di kisaran satu menit 44 detik. Rio pun kerap menjadi pebalap yang tercepat di rombongan terdepan, sementara pebalap-pebalap di belakangnya mulai mencatat waktu di kisaran satu menit 45 detik.
Kekuatan Rio cenderung terlihat di sektor ketiga yang terdiri atas tikungan cepat bernama Stowe dan kombinasi tikungan chicane Vale. Rio sering mengungguli Marciello di bagian trek Silverstone tersebut.
Bendera chequered flag pun dikibarkan, Rio berhasil menjaga posisinya yang didapat dari awal balapan dan finis di urutan pertama dengan jarak 2,4 detik di depan Rafaelle Marciello yang harus puas di urutan kedua. Pebalap akademi Red Bull, Pierre Gasly, melengkapi podium sprin race hari itu di urutan ketiga.
Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang untuk ketiga kalinya pada musim ini, menunjukkan bahwa Rio pebalap Indonesia, dapat mengungguli pebalap-pebalap akademi dari tim sekaliber Ferrari dan Red Bull Racing.
Selain membawa pulang 15 poin dari raihan juara pertama hari itu, Rio juga berhak atas raihan 2 poin yang didapat dari usaha fantastis untuk mencatat waktu tercepat di sprint race tersebut.
Rio Haryanto mengatakan pada race kedua race kedua itu, dirinya star dari pole position.
"Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan star yang baik, dan di sprint race tadi saya mendapat star yang sangat baik. Setelah itu, di awal lomba saya juga berhasil menjauhi Marciello yang berada di posisi kedua, dengan jarak sekitar tiga detik. Saya terus berusaha untuk menjaga jarak tiga detik tersebut dari dia," katanya.
Ia juga mengatakan terima kasih kepada tim dan pendukungnya.
"Saya berterima kasih kepada tim dan para pendukung, fans yang telah mendukung saya hingga akhirnya saya dapat finis di urutan pertama. Kemenangan ini juga kemenangan saya yang ketiga dan mudah-mudahan saya terus dapat tampil konsisten seperti hari ini," katanya.
Balapan berikutnya di Sirkuit Hungaroring, Budapest yang memiliki karakteristik berbeda dengan sirkuit Silverstone.
"Sirkuit di Budapest ini memiliki cukup banyak tikungan-tikungan lambat. Tahun lalu, tim Campos dengan Arthur (Pic) tampil kencang di sirkuit ini, sehingga kita punya 'settingan' mobil yang baik. Saya berharap dapat tampil maksimal kembali di ronde berikutnya," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)











