Showing posts with label Dunia Politik. Show all posts
Showing posts with label Dunia Politik. Show all posts

Wednesday, June 22, 2016

Cuma Turki Yang Mampu Mengusik Cina



Kementerian Luar Negeri Cina merespon tajam pada kritikan Turki yang menyuarakan keprihatinan mereka atas pelarangan puasa Muslim Uighur. Cina membantah membatasi kebebasan beragama terkait kebijakannya melarang puasa Ramadhan di Xinjiang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mengatakan, Cina ingin memiliki hubungan lebih baik dengan Turki. Mereka menuntut Turki mengklarifikasi pernyataanya tersebut.

"Anda harus tahu, semua orang di Xinjiang menikmati kebebasan beragama yang diberikan kepada mereka oleh konstitusi Cina," kata Hua pada Rabu (1/7).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Turki merasa sedih dengan laporan pelarangan puasa Ramadhan di Xinjiang. Mereka menyatakan keprihatinanya tersebut kepada duta besar Cina di Ankara.

Bulan suci Ramadhan memang menjadi waktu sensitif di Xinjiang menyusul meningkatnya serangan di Beijing. Selama ini, Beijing menyalahkan serangan pada militan Islam.

Bulan lalu, media dan website resmi pemerintah di Xinjiang mengeluarkan pemberitahuan resmi yang menutut anggota partai, PNS, siswa dan guru tak menjalankan puasa Ramadhan. (ROL)

***

Turki sekarang menjadi pengayom umat Islam di seluruh dunia. Dari Rohingya hingga Xinjiang.

Seharusnya Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia bisa berperan seperti Turki. Namun sayang, kedekatan pemerintahan Presiden Jokowi dengan Cina tidak digunakan untuk 'menjewer' Cina yang sangat diskriminatif terhadap umat Islam.

Wednesday, August 5, 2015

PHK Besar-besaran Hantui Industri Indonesia


Menteri Perindustrian Saleh Husin akan bertindak cepat untuk menyelesaikan pemberitaan mengenai potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal yang melanda industri dalam negeri. Pasalnya, kini sudah berhembus kabar PHK besar-besaran yang telah disampaikan beberapa asosiasi tekstil.

"Ya ini nanti kita koordinasi dengan kementerian terkait dengan adanya PHK. Ini kita selidiki informasi tersebut," kata Saleh di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (3/6/2015).

Saleh menjelaskan, potensi PHK secara massal yang akan terjadi memang disebabkan beberapa hal. Apakah dikarenakan perusahaan tersebut tutup, atau karena pelemahan ekonomi ataupun kesalahan manajemen perusahaan tersebut.

"Kita berharap sedapat mungkin enggak ada PHK. Jangan sampai ada PHK," tegas Saleh.

Kendati demikian, Saleh mengakui setiap perusahaan maupun industri berbeda-beda dalam hal kekuatan. Dirinya mencontohkan industri garmen maupun sepatu yang rentan merumahkan pekerjanya, dikarenakan alasan daya saing.

"Ini saya juga baru dapat dari media, kita dalam rangka koordinasi, kita update dari media itu. Karena masalah apa atau memang kesalahan sendiri. Contoh, salah satu industri sepatu, karena enggak ada order dari pemegang merek, enggak bisa produksi," paparnya.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2015/07/03/320/1175673/phk-besar-besaran-hantui-industri-indonesia

Tuesday, August 4, 2015

Yusril Ihza: Kalau Menterinya Goblok yang Ngangkat Lebih Goblok


Memilih pejabat ada kalanya memang hak prerogatif Presiden yang tidak dapat dibantah. Prinsipnya, Presiden bisa mengangkat siapa saja yang dia mau.

Tapi kalau salah pilih, akan berdampak pada kinerja Presiden dan juga pada bangsa. Banyak energi terbuang kerena pejabat tidak cakap dan ngawur.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dalam akun Facebook yang mendukung dirinya pada Januari 2013 lalu ketika SBY berkuasa.

Di sisi lain pakar hukum tata negara ini menegaskan, para menteri justru harus meringankan tugas Presiden. Kalau mereka tidak cakap, ngawur dan kontroversial justru bikin repot dan turunkan wibawa Presiden.

"Kesan rakyat, kalau menteri goblok, yang ngangkat lebih goblok lagi. Negara jadi dagelan, main goblok-goblokan tiap hari. Energi dan waktu terbuang," sebut Yusril.

Menurutnya, negara ini perlu memiliki Presiden dan pejabat yang cerdas, tahu masalah, bertindak cepat dan tepat. Kemudian memiliki komitmen pada negara, dan juga memiliki integritas pribadi yang tinggi.

"Negara enggak bisa diurus dengan cara main-main dan coba-coba. Kasihan bangsa dan rakyat. Potensi sangat besar, jangan salah kekola dan main-main," demikian Yusril.

Pernyataan Yusril ini dinilai sementara kalangan kembali relevan mengingat saat ini tengah terjadi perdebatan serius mengenai kocok ulang Kabinet Kerja yang dipimpin Joko Widodo.[rus]

Sumber: RMOL

***

Negara kok buat coba-coba. Bikin aturan, diprotes, rame, terus revisi.
Yang penting kerja.. kerja.. kerja..
Ya, kerja kalo gak mikir ya jadinya gini... nasib 200 juta penduduk Indonesia yang jadi taruhan.

Monday, August 3, 2015

Roy Suryo: Rekaman Pengaturan Skor Dibuat di Kemenpora | Negeri 1001 Rekayasa


Mantan menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyebut rekaman percakapan pengaturan skor oleh seseorang yang mengaku pelaku pengatur skor pertandingan sepak bola, BS, dilakukan di lantai tiga Kemenpora.

Dugaan itu ia buktikan dengan melacak lokasi hasil rekaman yang beredar di media massa dengan metode CDRI (Call Data Record Information). Dalam CDRI itu ada nomor pengirim, penerima, durasi, lokasi, dan lain-lain.

"CDRI ini ada di semua operator. Bakal lebih mudah lagi kalau ditambah metode intercepting (penyadapan) yang dilakukan KPK. Konten percakapannya akan terekam juga," kata Roy kepada ROL, Rabu (1/7).

Pehobi telematika ini mengatakan hasil dari CDRI itu membuktikan rekaman dilakukan di Kemenpora. Roy berencana akan mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk menindaklanjuti rekaman yang dijadikan bukti pengaturan skor itu.

Ia merasa curiga rekaman itu hanya dibuat-buat. Karena hasil percakapan dengan seorang mafia terkesan sangat mudah. Bahkan, kemungkinan skor yang disebut dalam rekaman itu hanya ditebak dan bertepatan dengan hasil yang diraih timnas.

Menurut pejabat pemerintahan SBY Jilid dua ini, mafia sepak bola memang harus dibasmi. Tapi, tidak dengan bukti-bukti yang membuat olahragawan merasa sedih. 

Bayangkan saja, kata dia, saat skuat timnas U-23 bersama pelatih tiba di Indonesia dari Singapura, langsung diambut isu yang tidak mengenakkan. Mereka disuguhi tuduhan ikut mengatur skor kekalahan Indonesia dari Thailand dan Vietnam di SEA Games 2015.

"Kalau mau usut mafia bola semuanya pasti setuju. Tapi, tidak dengan bukti yang dibuat-buat dan asal menuduh," kata Roy.

Sumber: ROL

***

Pemerintahan sekarang kok penuh rekayasa? Apa karena hasil pilpresnya juga rekayasa?

Notes From Athens: Belajar dari Krisis Yunani


Oleh Hatta Syamasuddin*

Dalam dua hari ini banyak sahabat di tanah air yang menanyakan keadaan saya di Yunani, baik melalui chat Whatsapp maupun FB. Pemberitaan terkini tentang kondisi di Yunani memang cukup memprihatinkan, karenanya saya ucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan dengan menanyakan kabar. Ingin rasanya mengupload secara rutin menu sahur dan buka puasa saya sehari-hari he2, untuk sekedar menenangkan para kolega dan handai taulan di tanah air, bahwa saya disini Alhamdulillah dalam kondisi baik, aman dan kenyang saat berbuka tentunya. Anugerah Allah SWT yang senantiasa kita harapkan dimanapun kita berada, aamanahum min khouf wa ath’amahum min juu’.

Tapi kondisi krisis Yunani memang sangat menarik kita cermati, dan sayang untuk dilewati. Hitung-hitung sebagai peringatan diri kita secara pribadi, karena pada hakikatnya kita juga masing-masing mengelola sebuah institusi ekonomi, minimal keluarga.  Meski  tidak berlatar belakang ekonomi, saya coba merangkum kondisi dan situasi Yunani, setidaknya dari analisa para pengamat ekonomi dadakan, sahabat-sahabat saya di sini, plus melihat apa yang menjadi bahasan utama di media akhir-akhir ini.

Hutang Yunani, seberapa besar?

Mendengar kata bangkrut, tentu bayangan kita segera mengingat para pedagang yang bertumpuk hutang, bukan saja tak mampu membayar, bahkan aset dan kekayaannya tak cukup untuk menutup hutang tersebut. Barangkali istilah itu memang tepat juga untuk melihat kondisi perekonomian Yunani saat ini. Betapa tidak, untuk saat ini Yunani punya total utang sekitar 360 miliar euro (Rp 5.000 triliun) dengan rasio utang pemerintah Yunani terhadap PDB negaranya adalah 155,3% .  Indonesia meski juga memiliki hutang yang cukup besar, yaitu Rp 2.845 triliun, namun dengan rasio yang rendah hanya 24,7% dari PDB. Tapi soal angka ini juga bukan menjadi satu-satunya indikasi, mengingat Amerika dan Jepang juga dalam hitungan hutang juga mencatat prestasi yang tak jauh berbeda. Amerika adalah negara dengan hutang terbesar di dunia, dengan rasio terhadap PDB di kisaran 95%, sementara Jepang menyusul di peringkat dunia dengan tingkat rasio yang jauh lebih parah yaitu dikisaran 200%.  Namun kedua negara tersebut mempunyai kemampuan bayar atau mengangsur pinjamannya dengan cukup signifikan.

Lalu mengapa Yunani tak bisa membayar hutang-hutangnya, bahkan puncaknya Selasa 30 Juni kemarin tidak mampu memenuhi deadline pembayaran hutang yang sudah jatuh tempo sebesar 1,54 miliar euro (Rp 22 triliun) ke IMF? Sektor andalan Yunani hanya dua bidang, yaitu pariwisata dan perkapalan, sangat tidak cukup untuk menyokong kebutuhan negara dalam pembayaran hutang, apalagi sebagiannya dikuasai oleh swasta bahkan negara lain. Sektor pariwisata misalnya, setiap tahun turis yang datang ke Yunani mencapai 17 juta jiwa, hampir dua kali lipat jumlah penduduk Yunani yang berjumlah 11 juta. Namun sektor yang mengumpulkan hampir seperempat pekerja Yunani ini, hanya menopang 18 persen perekonomian Yunani.

pohon zaitun (olive) banyak tersebar
Pendapatan dari sektor pajak lebih tidak bisa diandalkan, orang-orang kaya banyak menjadi pengemplang pajak karena melihat banyak korupsi terjadi disana-sini. Sementara untuk hasil bumi juga lebih tidak potensial lagi. Yunani bukan negara penghasil tembakau terbesar sebagaimana Argentina, yang kemudian bisa bangkit dari krisis hanya dalam waktu dua tahun saja. Produksi buah zaitun (olive) yang cukup besar di Yunani tidak banyak berpengaruh, karena buahnya saja diekspor ke Jerman dan Belanda. untuk kemudian diolah lebih lanjut menjadi minyak zaitun dengan harga yang tentu jauh lebih mahal. Ini mirip persis negara kita Indonesia yang menjadi penghasil kokoa terbesar di dunia, lalu diekspor ke negara-negara eropa seperti Swiss, menjadi branding produk coklat yang mewah lagi mahal.

Dengan semua itu, walhasil, nyaris tidak ada sektor pendapatan yang bisa diandalkan. Negara ini benar-benar hidup dari hutang, dari tahun ke tahun.

Sebab Krisis Yunani

Sebenarnya bagaimana krisis ini bermula ? Bagaimana sejarahnya Yunani bisa menumpuk hutang sebesar itu. Jika dirunut secara sederhana, ada tiga sebab setidaknya munculnya krisis ekonomi di Yunani ini, yang sebagian besar dimulai dari belasan tahun yang lalu. Karena terbukti sejak tahun 1993 sebenarnya, rasio hutang Yunani terhadap PDB sudah mencapai kisaran 100%.

Sebab pertama adalah belanja negara yang royal untuk memanjakan rakyatnya, banyak hutang digunakan untuk membiayai subsidi, dana pensiun, gaji PNS, dengan aturan dan kebijakan yang sangat unik. Misalnya pensiun di usia 58 tahun, yang jelas jauh berbeda dengan aturan umum negara-negara eropa seperti Jerman yang memberlakukan pensiun pada usia 65 tahun. Belum lagi dana pensiun bisa diwariskan bahkan sampai ke anak, meski sudah berusia dewasa. Begitu pula perekrutan PNS sangat besar-besaran setiap periodenya, banyak anggota tim sukses partai yang menang direkrut langsung menjadi PNS yang tidak diikuti dengan pembagian kerja yang jelas dan produktif.

Adapun sebab kedua adanya proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bombastis dengan mengambil dari dana hutang. Hal ini terjadi khususnya pada periode penyiapan Olympiade Athena tahun 2004 lalu yang juga disebut sebagai peringatan 1 abad penyelenggaraan olympiade modern yang dulu pertama kali digelar juga di Athena pada tahun 1896. Banyak fasilitas mewah yang dibangun, jalan tol, gedung asrama atlit, dan tentu saja stadion megahnya yang hari ini menjadi saksi bisu megahnya penyelenggaraan olympiade tersebut, hanya saja banyak yang hari ini tidak terpakai secara optimal, bahkan sama sekali dibiarkan tak terawat begitu saja. Adalah Jerman yang pada waktu itu disebut-sebut dengan semangat menggelontorkan dana pinjaman untuk keperluan penyelenggaraan tersebut. Karenanya tidak salah jika ada yang berkomentar ringan, bahwa krisis ini muncul juga karena jebakan batman dari Jerman, yang ternyata masih menyimpan dendam atas kekalahan mereka dari Yunani di pertempuran Kreta tahun 1941 pada masa Perang Dunia pertama. Hmm, sejarah selalu punya andil dalam setiap krisis yang terjadi.

Adapun sebab ketiga tentu saja adalah korupsi, di berbagai bidang khususnya pajak dan pelayanan publik, yang saking banyaknya tidak tahu harus dari mana pemberantasannya dan siapa yang memberantas, mengingat hampir semua aparat terkena getahnya. Mungkin bisa diibaratkan Yunani masih dalam kondisi seperti pada orde baru dimana KKN sangat menggurita, dan tak tahu bagaimana ujungnya. Di Yunani terkenal istilah “fakelaki” yang berarti “amplop kecil” sebagai sebuah jargon untuk menyebut uang pelicin saat ingin mendapatkan pelayanan ekstra dalam pengurusan ijin tertentu atau pelayanan publik.

Tiga hal di atas ditambah dengan minimnya pendapatan negara menjadikan hutang Yunani terus bertumpuk dan berlanjut menjadi krisis. Hal ini diperparah lagi dengan orang-orang kaya yang menjadi pengemplang pajak begitu banyak, mereka beralasan karena korupsi masih banyak terjadi dimana-mana. Memang sektor pajak diindikasi paling banyak dikorupsi, bahkan sampai pada kisaran 30% dari total penerimaan pajak.

Kondisi Terkini

Lantas bagaimana kondisi terkini paska 30 Juni dimana Yunani tidak bisa memenuhi deadline pembayaran ke IMF sebesar 1,6 milliar euro, yang itu berarti gagal bayar dan terancam keluar dari Uni Eropa. Sebenarnya IMF mencoba ‘berbaik hati’ dengan bersama negara-negara uni Eropa menawarkan lagi-lagi pinjaman atau dana talangan sebesar 7,2 miliar euro atau setara dengan Rp 108 triliun. Yang dengan dana itu setidaknya Yunani bisa menyelesaikan kewajiban hutang yang jatuh tempo tersebut. Ibaratnya pepatah, ini mirip gali lubang tutup sumur.

Namun tentu saja pinjaman dari IMF dan negara-negara uni Eropa tidak ‘gratis’, mereka mensyaratkan beberapa syarat yang tentu saja akan berpengaruh pada perekonomian rakyat secara langsung. Dan bukan itu saja, syarat-syarat dari IMF itu jelas sangat bertentangan dengan yang dikampanyekan Perdana Mentri Alexis Tsipras pada Januari yang lalu. Perdana Mentri berusia 40-tahun itu - tercatat sebagai Perdana Menteri termuda dalam sejarah Yunani sejak 150 tahun terakhir (sejak 1865)- menjadikan point penting janji kampanye nya adalah : mengembalikan gaji pegawai negeri dan pensiunan yang pernah turun 30% pada pemerintahan sebelumnya, serta mengembalikan para buruh dan pekerja yang di-phk pada pemerintahan sebelumnya.

Janji yang teramat manis bagi rakyat Yunani ditengah situasi krisis. Karenanya, partai Syriza yang mengusung Alexis Tsipras, meski berhaluan komunis, berhasil mendongkrak perolehan suara secara bombastis. Jika pada pemilu 2009 partai ini mendapat 4,6 % suara rakyat Yunani, pada pemilu 2012 naik menjadi 27%, dan puncaknya pada pemilu 2015, januari yang lalu berhasil memenangkan pemilu dengan mengumpulkan dukungan 36% suara rakyat Yunani. Karena itu, saat ini menjadi sangat dilematis bagi Alexis Tsipras untuk memenuhi syarat pencairan dan lanjutan dari IMF, yang utamanya berupa pengurangan belanja pegawai dan pensiunan, menaikkan pajak diberbagai sektor, dan pengurangan atau penjualan BUMN yang berarti juga PHK masal terancam dihadapan.

Alternatif lain yang lebih memungkinkan bagi Alexis Tsipras adalah dengan menolak syarat IMF,  keluar dari Uni Eropa dan kembali berdikari dengan menggunakan mata uang sendiri Drahma. Kedua pilihan yang sama-sama sulit, karenanya sang PM ingin mendapatkan legitimasi yang kuat dengan menggelar referendum hari Ahad 5 juli besok, yang diikuti seluruh rakyat yang memiliki hak pilih, untuk menolak atau menerima syarat yang diajukan oleh IMF.

Kondisi di Lapangan

PM Alexis
Jika sahabat bertanya kondisi lapangan yang terjadi, maka benar apa yang diberitakan terjadi antrian ATM dan perbankan tutup, rencana dibuka kembali tanggal 7 Juli. Beberapa demonstrasi juga terjadi di gedung parlemen Yunani di Syntaqma Square, namun dengan intensitas yang masih kecil dan relatif terkendali. Hal yang berbeda mungkin bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat pada tahun 2010 yang lalu memang sempat terjadi kerusuhan dan pembakaran di sejumlah titik di Athena, yang tentu saja karena pemberlakuan syarat IMF pada waktu itu, yaitu pengurangan gaji PNS dan pensiunan serta PHK masal karena pengurangan BUMN dari 6000 menjadi 3000.  Pada waktu itu PNS dan Pensiunan Yunani dipotong gaji sebesar 30%, bayangkan jika itu terjadi di Indonesia, pastilah ada efek kekacauan yang tidak jauh berbeda.

Jadi untuk saat ini masih wait and see, mengingat perkiraan hasil referendum saat ini masih sama besar antara pihak yang menolak dan menyetujui. Lantas bagaimana pengaruh krisis ini pada masyarakat Indonesia yang di Yunani ? Tentu pasti berpengaruh dalam hal-hal tertentu, mengingat perekonomian secara umum terdampak perkembangannya. Namun sebagian besar pekerja Indonesia di sini bekerja pada mereka yang bergerak di sektor swasta dan pengusaha. Sehingga masih ada waktu untuk berhitung kembali tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Pelajaran bagi kita selaku negara, terlebih secara pribadi. Agar tidak menumpuk hutang dari tahun ke tahun untuk kepentingan konsumtif yang berlebihan, apalagi untuk kepentingan menonjolkan diri dan kemewahan sebagaimana terjadi di Yunani pada penyelenggaraan Olimpiade Athena tahun 2004.  Lebih penting juga agar kita senantiasa berupaya meningkatkan pendapatan dengan multi tasking, tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Sehingga ketika kita berhutang pun, masih bisa mengangsur dengan tepat dan baik. Mudah memang untuk diucapkan, soal aplikasi kita semua diuji dihadapan Allah SWT dan manusia.

Oya, jangan lupa untuk ‘wastainu bishobri wa sholat”, menjadikan kesabaran dan menegakkan sholat sebagai kekuatan utama dalam menghadapi ujian kehidupan. Tentang hal ini, ada beberapa sahabat yang berkomentar serius dengan nada bercanda : kalau mau lepas krisis, Yunani harus bangun satu masjid yang resmi dan cukup besar di tengah kota. Hmm, benar juga .. negara dan rakyat Yunani ini sudah terlampau lama dalam kesombongan, tidak mengijinkan pendirian masjid yang resmi. Perjuangan melalu parlemen saja sudah dimulai sejak awal tahun 1980, 35 tahun yang lampau. Insya Allah postingan berikutnya tentang hal tersebut.

Selamat Ramadhan, salam hangat dari Athena.

follow @hattasyamsuddin on twitter

*Sumber: http://www.indonesiaoptimis.com/2015/07/notes-from-athens-5-krisis-yunani.html

Saturday, August 1, 2015

Legalkan Kawin Sejenis, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Ajak Obama Menikah


Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengejek keputusan Amerika yang melegalkan pernikahan gay dengan bersumpah untuk melakukan perjalanan ke Gedung Putih dan mengajak Barack Obama untuk menikah dengannya.

Selama wawancara mingguan dengan stasiun radio nasional, presiden Zimbabwe bercanda bahwa ia berencana untuk melakukan perjalanan ke Washington DC 'berlutut di depan Obama dan meminta tangannya menerima lamarannya' (sebagaimana tradisi ajakan nikah ala Barat).

Mugabe, yang dikenal selama ini sangat keras melawan homoseksualitas, menanggapi dengan cara nyentrik atas keputusan Mahkamah Agung Amerika yang menjamin kaum gay dan lesbian hak yang sama untuk menikah sebagai heteroseksual.

Berbicara pada hari Sabtu (27/6), Mugabe mengatakan: "I've just concluded - since President Obama endorses the same-sex marriage, advocates homosexual people and enjoys an attractive countenance - thus if it becomes necessary, I shall travel to Washington, DC, get down on my knee and ask his hand."

("Saya baru saja menyimpulkan - sejak Presiden Obama mendukung pernikahan sesama jenis, pendukung orang homoseksual dan menikmati wajah yang menarik - sehingga jika menjadi perlu, saya akan melakukan perjalanan ke Washington, DC, turun pada lutut saya dan meminta tangannya (melamar)".

Dengan nada yang lebih serius, ia menambahkan: "Saya tidak mengerti bagaimana orang ini berani menentang perintah eksplisit Kristus yang melarang manusia dari perbuatan sodomi".


Mugebe menuduh pemerintah AS dijalankan oleh 'penyembah Setan yang sesat yang menghina bangsa besar Amerika'.

Sumber: dailymail.co.uk

***

Apakah Obama akan menerima lamaran Mugabe? Huehehe...

Wednesday, July 8, 2015

Mahasiswi Cantik + Bening Eks Model ini Ternyata Ketua RW

Menjadi Ketua RW barangkali‎ selalu identik dengan tokoh masyarakat yang telah senior. Namun di pusat kota Yogyakarta, baru saja seorang mahasiswi cantik terpilih menjadi ketua RW. Namanya Octa Viantary (23).



"Iya, dilantik 31 Maret kemarin," ujar ‎Octa kepada detikcom, Rabu (8/4/2015).

Sejak tanggal 31 Maret 2015 lalu, Octa resmi menjadi Ketua RW 13 Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta. Saat detikcom bertandang ke rumahnya, Octa menerima dengan tangan terbuka.

Octa menceritakan pemilihan ketua‎ RW dilakukan secara langsung oleh 105 warganya. Dalam pemilihan itu, Octa berhasil merebut 42 suara dan mengalahkan 3 kandidat lainnya. 

"Semuanya laki-laki, seusia bapak saya," kata personel Paskibraka Provinsi DIY 2008 ini sambil tersenyum.

‎Awalnya, kata Octa, ayahnyalah Kuat Rinto Raharjo yang banyak mendapat dorongan dari warga untuk maju menjadi ketua RW. Namun sang ayah menolak karena sudah sejak tahun 1994 sudah menjabat sebagai Ketua RT 55. 

‎Akhirnya dirinya didorong oleh warga untuk maju di pemilihan RW 13. Meski awalnya dia menolak dan merasa minder, akhirnya dukungan di hari-hari terakhir membuatnya mantap untuk mencalonkan diri.

"Modal saya adalah kedekatan dengan warga, aku ingin bekerjasama dengan rakyat, nggak ingin cuma omong-omong tok, harus ada langkah nyata," ujar gadis kelahiran 27 Oktober 1991 ini.

Octa pernah menjadi finalis cover girl majalah Aneka Yess pada tahun 2006 lalu. Selain mengajar di salah satu sanggar modeling di Yogyakarta, hingga saat ini ia masih terdaftar sebagai mahasiswi tingkat akhir Universitas Sanata Dharma Jurusan Psikologi.

Ini dia Sosok Putri Solo Calon Mantu Presiden Jokowi...CANTIK BANGET Bro....!!

Putra Sulung presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming dikabarkan akan menjalani pernikahan dengan putri solo tahun 2009 Selvi Ananda pada bulan mendatang. Selvi sudah lama menjalin hubungan asmara dengan Gibran Rakabuming.



Disebutkan hubungan asmara sudah terjalin saat Selvi mengikuti Chingay Parade di Singapura. Ketika itu, Gibran juga sedang menimba ilmu perkuliahan tinggi di Singa Laut.

Siapa sebenarnya sosok Selvi Ananda yang mampu membuat putra sulung Jokowi jatuh hati?

Di kehidupan sehari-hari, Selvi dikenal oleh sekelilingnya seorang yang gigih, ramah, mudah bergaul dan tidak mudah menyerah. Sebab Selvi Ananda saat mengikuti seleksi Putri Solo tahun sebelumnya tak lolos seleksi. Namun kemauan kerasnya, Selvi akhirnya lolos Putri Solo tahun 2009 hingga menggeser para peserta lain.

Selain itu, gadis cantik kelahiran Solo, 9 Januari 1989 sudah tak asing di Kota Solo. Selvi seperti lazimnya Putri Solo sebelumnya menjadi duta mempromosikan Kota Solo ke kancah nasional dan internasional.

Berikut ini biodata singkat selvi ananda yang akan jadi menantu presiden jokowi ini.

Nama: Selvi Ananda

Tempat/tanggal lahir: Solo, 9 Januari 1989

Prestasi: Putri solo 2009

Ajang yang pernah diikuti: Duta pariwisata tingkat Jawa Tengah

Bu Risma : Jakarta Kota Besar dan Kaya, Kok Pelayanannya Begini?


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKlhegip1xm4Mgv8yG7oDl3NpCW4qK0-eKQLj_T3sKtk9oM5ICKSGEtrBdxcGGnBv52B_yuqrx0KBNtApMeM-o4BJmjI3PbKekb2VTzVCJbth_-rw7uemlfCh9MUc_MiN3gwlbMRu2oIw/s1600/risma+(1).jpg

Jakarta - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengakui Jakarta adalah kota besar dengan anggaran yang wah.

Namun kebesaran nama Jakarta malah tidak diimbangi dengan pelayanan memadai bagi warganya.

"Jakarta ini kota besar dan kaya, tapi kenapa pelayanannya saja seperti ini," kata Risma dalam diskusi 'Public Policy and Diplomacy' di CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2015).

Sebelum mengikuti diskusi ini, Risma pagi tadi sempat berkeliling Jakarta. Dia kaget melihat banyaknya tumpukan tanah bekas galian di pinggir jalan yang sudah mengeras.

"Itu kalau di Surabaya masyarakatnya sudah pasti cerewet dan lapor ke saya," sindir Risma.

Risma juga heran Jakarta yang belum menerapkan e-government dalam pelayanannya.  (sumber)

Tuesday, July 7, 2015

Najla Hilabi, cewek yg magang di kantor Ahok blak-blakan soal diri Ahok

Hadirnya seorang gadis magang cantik bernama Najla Hilabi cukup menyedot perhatian selama 2 bulan ini di kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.




Bagi gadis 20 tahun ini bisa berkesempatan magang di kantor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah sebuah pengalaman baru.

Bukan cuma karena bisa dekat dengan Ahok, Najla senang karena banyak hal yang dapat dipelajari dari sosok gubernur yang terkenal dengan sifat tegasnya itu. Gadis penggemar olahraga boxer ini pun perlahan mulai paham dengan karakter Ahok dan caranya menjalankan sistem pemerintahan di ibukota.

Najla mengenal Ahok ketika ia ditugaskan jadi salah seorang None Jakarta Timur dan mendampingi Ahok di beberapa acara. Kemunculan Najla pun menarik perhatian Ahok.

"Ketika bertemu kedua kali pak Ahok nanya kamu mau magang tidak di tempat saya, kebetulan sekali karena saat itu saya lagi fokus mengerjakan skripsi," kenang Najla seperti dikutip tribunnews.com.

Bungsu dari 3 bersaudara yang bercita-cita jadi news anchor ini mengungkapkan bahwa selama hampir 2 bulan magang bersama Ahok, ia memperoleh cukup banyak pengalaman. Ia mempelajari pengetahuan tentang politik dan pemerintahan, sampai tentang jurnalisme.






"Karena selama magang, saya juga membuat berita di situs resmi pak Ahok. Soalnya saya hobi menulis," sambung gadis yang lahir pada 7 Februari 1995 ini.

Selama ini mayoritas masyarakat menganggap Ahok adalah seseorang yang temperamen dan kerap mengeluarkan kata-kata kasar. Hal itu tergambar dari tiap penampilannya di hadapan kamera yang memperlakukan orang tanpa pandang bulu.

Akan tetapi anggapan itu berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan gadis yang kini masih kuliah di President University tersebut. Menurut Najla, Ahok tak seperti yang orang lain bayangkan. Terbukti selama ia magang, Najla tak pernah dimarahi, begitupun dengan para staf yang selama ini bekerja dengan Ahok.

(hdk)

Sunday, July 5, 2015

7 Budaya Aneh di Negara Terisolasi Korut

Korea Utara (Korut) sedang berada dalam tubir perang dengan aksi-aksi yang provokatif kepada negara tetangga serumpunnya, Korea Selatan (Korsel). Tak pelak, mata dunia kini tertuju pada Korut yang selama ini tertutup dari dunia luar. Nah, berikut ini 7 budaya aneh di Korut.

Seperti dikutip dari Live Science, berikut 7 budaya aneh di Korut:


1. Bangsa yang Terisolasi & Mandiri
Di masa modern ini, komunikasi dan globalisasi sudah menembus batas-batas negara, Korut masih berdiri sendiri sebagai negara yang terisolasi. 24 Juta warga Korut hidup dalam pemerintahan diktator yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Korut yang awalnya bersatu dengan Korsel dan dijajah Jepang dalam Perang Dunia II, terpecah saat Jepang kalah dan menyerah. Perang Dingin antara dua kekuatan politik dunia saat itu, Amerika Serikat dan Uni Soviet membuat Korea terbagi dua, AS mengontrol bagian selatan dan Uni Soviet mengontrol bagian utara.

PBB mencoba melakukan reunifikasi namun gagal pada 1948, dan dua negara itu menjadi terpecah permanen. Kemudian Presiden Korut pertama Kim Il Sung, mendeklarasikan kebijakan 'bergantung pada diri sendiri' atau kemandirian. Kim Il Sung menutup akses diplomatik dan ekonomi negara itu dari seluruh dunia.

Filosofi ini dikenal dengan istilah 'juche' atau yang artinya manusia adalah penguasa segala sesuatu dan menentukan segalanya. Ideologi ini mengharuskan warga Korut mandiri dan bergantung kepada mereka sendiri, termasuk mengelola kemerdekaan ekonomi dan politik, termasuk saat mengalami bencana kelaparan pada tahun 1990-an. Tujuannya, untuk menciptakan sistem pertahanan yang kuat.





2. Pemimpin yang Penuh MitosDinasti yang memimpin Korut selalu mengidentikkan diri dengan hal-hal yang berbau mitos dan supranatural. Bapak pendiri bangsa Korut, Kim Il Sung dikenal sebagai 'matahari' dan menyatakan bisa mengendalikan cuaca.

Kemudian, ulang tahun Kim Il Sung, serta penggantinya yang juga putranya Kim Jong Il, selalu dijadikan hari libur nasional. Jasad Kim Il Sung juga diawetkan dan masih tersimpan di Pyongyang, Korut.

Mitos yang melekat pada Kim Jong Il, kelahirannya dielu-elukan sebagai 'kiriman surga' oleh media propaganda Korut. Media propaganda itu juga menyebutkan Jong Il bisa mencetak angka sempurna 300, saat pertama kali mencoba bowling. Il Sung juga dikatakan bisa mencetak 5 kali 'hole-in one' saat bermain golf. Saat kematiannya pada tahun 2011, disebutkan langit di Gunung Paektu yang dianggap suci, berwarna merah.

Pemimpin terkini, Kim Jong Un, disebut sebagai 'lahir dari surga' saat dia naik menjadi pemimpin menggantikan ayahnya. Nah, pada Desember 2012, media memberitakan ditemukan sarang Unicorn, hewan kendaraan Tongmyong, pendiri Kerajaan Korea kuno. Hal ini bukan karena Korut percaya pada hewan yang selama ini dianggap fantasi itu, melainkan menunjukkan legitimasi Jong Un bahwa Korut adalah Korea yang sebenarnya.



 3. Penjara Nasional
Dari 24 juta warga Korut, sekitar 154 ribu di antaranya hidup dalam penjara bak kamp konsentrasi. Ada 6 kamp yang dikelilingi pagar berlistrik, 2 di antaranya untuk rehabilitasi dan persiapan keluar kamp. Demikian perkiraan negara serumpunnya Korsel.

Shin Dong-hyuk, satu-satunya warga yang berhasil melarikan diri dari penjara dan keluar dari Korut membuat kesaksian yang dimuat dalam buku berjudul 'Escape from Camp 14'. Shin lahir di kamp itu karena kedua orang tuanya dipenjara setelah kakak laki-lakinya mencoba melarikan diri ke Korsel.

Penyiksaan, malnutrisi, kerja paksa dan eksekusi publik selalu menjadi cara hidup di kamp itu, yang salah satunya diketahui dari citra satelit. Menurut laporan Amnesti Internasional, diperkirakan 40% warga kamp meninggal karena kelaparan dan kurang gizi.



4. Kehidupan Sosial & Propaganda
Karena begitu terisolasi, sulit membayangkan kehidupan sehari-hari warga Korut. Jurnalis Barbara Demick mewawancarai warga Korut yang melarikan diri ke Korsel dan dimuat dalam buku "Nothing to Envy: Ordinary Lives in North Korea" tahun 2009.

Dari pengakuan warga Korut, mereka mendeskripsikan bahwa kehidupan sosial sangat terikat kepada keluarga. Saat bencana kelaparan tahun 1990, generasi kakek-nenek yang kelaparan pertama kali mencoba menyisakan makanan ke anak-anaknya, dan seterusnya. Informasi yang diterima pun hanya propaganda pemerintah.

Tak heran, beberapa warga Korut yang berhasil keluar menyelundupkan DVD ke Korut agar warganya mengetahui dunia luar negaranya.

Saat ini, jurnalis asing yang diizinkan berkunjung namun diawasi ke Pyongyang telah boleh membawa HP 3G dan memungkinkan untuk mengambil gambar hidup keseharian di kota itu.



5. Pasar Gelap
Segala hal yang dilarang membuat banyaknya penyelundupan dan pasar gelap. Beberapa pasar gelap bahkan mengatur bagaimana memindahkan barang ke perbatasan Korut melalui Cina, seperti makanan dan bahan mentah.

Penyelundupan DVD Korsel juga marak, dan itu dilawan oleh rezim Korut yang mengatakan pada warganya bahwa Korsel lebih buruk dari mereka.

Meski komunis dan alat-alat produksi dikuasai negara, namun memiliki kendaraan diizinkan untuk personel militer dan PNS. Warga Korut dilarang bepergian jauh-jauh dan dibatasi. Namun tahun 1990-an, saat institusi militer dan elit partai korup merajai, kondisi ini dimanfaatkan.

Anggota militer dan PNS membuat aturan kendaraan harus terdaftar, kemudian merekrut sopir pribadi untuk mengemudikan kendaraannya sebagai angkutan bagi warga atau taksi gelap. Nah, hal ini menjadi salah satu faktor yang bisa melancarkan penyelundupan.

 6. Akses Internet Terbatas
Akses internet di negara ini hampir tak bisa diakses. Akses internet bisa bila sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Warga Korut yang memiliki komputer pun, yang biasanya hidup di kota besar, hanya bisa mengakses situs Kwangmyong, jaringan domestik yang tertutup.

Namun tahun ini, jurnalis yang ke Korut dan harus menyalakan HP 3G mereka bisa mengakses internet. Ya, hanya untuk pengunjung dari luar negeri saja.



7. Adaptasi yang Susah
Dengan akses terbatas di dunia nyata maupun maya dari dunia luar, tak heran warga Korut harus berjuang untuk menyesuaikan diri. Banyak warga Korut paranoid, kelaparan dan banyak yang tidak tahu sejarah dunia di luar Korut kecuali propaganda pemerintah.

"Pendidikan di Korut sia-sia untuk hidup di Korsel," ujar Kepala Sekolah Berasrama untuk Pengungsi Korut, Gwak Jong-moon dalam buku "Escape from Camp 14".

"Ketika Anda terlalu lapar, Anda tidak akan belajar, dan guru tidak akan mengajar. Banyak siswa kami yang telah bersembunyi di Cina bertahun-tahun tanpa punya akses ke sekolah. Anak kecil di Korut, mereka terbiasa memakan kulit kayu dan berpikir itu normal," imbuh Gwak.

Angka bunuh diri pengungsi Korut di Korsel 2,5 kali lipat dari pada angka di Korsel sendiri.



Wednesday, July 1, 2015

Desa Grinting "Kampung" Pengemis di Brebes Jawa Tengah


Desa Grinting, Kecamatan Bulak Kamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sepintas terlihat tidak ada perbedaan dengan banyak desa lainnya di pulau Jawa. Namun, apabila ditelisik lebih dalam, pada kenyataannya desa ini sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengemis.



Julukan 'Desa Pengemis' untuk desa ini bukan tanpa alasan, julukan diberikan kepada Desa ini, karena sebagian besar penduduk desa ini merantau ke Ibukota Jakarta untuk menjadi pengemis. Terutama di Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran.

Pendapatan mereka dari bekerja menjadi seorang pengemis tergolong besar di Ibukota. Satu minggu mereka bisa memperoleh penghasilan Rp1 juta. Banyak cara yang biasa mereka lakukan dalam melakoni aktifitas sebagai pengemis, seperti membawa anak kecil atau bahkan, sampai meminta uang  berdalih untuk infak masjid atau yayasan.

"Seringkali praktiknya di Jakarta, pura-pura meminta sumbangan. Kadang sendirian, atau membawa anak," ujar Tambah, Seorang mantan perangkat Desa Grinting.


Salah satu yang pernah mengemis di Jakarta adalah Sukyah. Pria 80 tahun ini suka pergi ke Ibukota setiap butuh uang. Biasanya hasil mengemis itu digunakan untuk membayar kontrakan dan makan, sisanya dibawa kembali pulang ke kampung.

Kini Ia tidak lagi pergi mengemis, karena kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan. "Dulu waktu masih sehat saya selalu ke Jakarta, sehari bisa dapat Rp30 ribu," katanya.

Namun, kondisi saat ini justru semakin parah dan mem perihatinkan. Masyarakat Desa Grinting ke Jakarta bukan karena mereka tak punya pekerjaan, melainkan ingin membangun rumah dan menambah penghasilan. Sehari-hari mereka bekerja sebagai petani di desa.