Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts

Wednesday, August 19, 2015

Balon Udara yang sedang Membawa Wisatawan ini SALAH MENDARAT di Penjara Berkeamanan Tinggi

Balon udara India yang membawa dua wisatawan dilaporkan mendarat di sebuah penjara berkeamanan tinggi setelah tertiup angin.



Kedua wisatawan wanita itu tengah menikmati pemandangan sebuah acara tahunan Pushkar Camel Fair, di negara bagian barat Rajasthan.

Tapi tiba-tiba balon tertiup oleh angin kencang membuat operator harus menurunkannya di lapangan sepak bola dekat penjara pusat Ajmer, lapor situs NDTV.

Para penumpang balon itu selanjutnya ditahan sementara selama dua jam sebelum para petugas memutuskan apakah itu sebuah kecelakaan atau sebuah tindakan untuk menolong narapidana kabur.

"Para tahanan berada di barak pada saat itu, namun pendaratan balon itu menyebabkan alarm keamanan berbunyi, hingga membuat para petugas panik," kata laporan itu.

Pemerintah setempat telah bereaksi terhadap kecelakaan itu dengan menghapus ijin perusahaan balon dan melarang balon terbang di atas wilayah itu, karena dianggap telah "melanggar hukum".

NDTV mengatakan para wisatawan akhirnya memutuskan mengurangi kegiatan berisiko tinggi pada hari berikutnya dengan memilih untuk menaiki gajah.(BBC)


Friday, August 7, 2015

[VIDEO] Tentara Terjun Payung Udah Biasa, Kalau yang ini Baru Luar Biasa

Tentara Terjun Payung Udah Biasa, Kalau yang ini Baru Luar Biasa



(sumber)

[VIDEO] Ini dia Penampakan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Ketika sedang Beraksi di Udara

 Ini dia Penampakan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Ketika sedang Beraksi di Udara



(sumber)

Pilot Mesir Selamatkan Pilot Jet Tempur Israel yang Ditembaknya Jatuh

Pertempuran El Mansoura dicatat sejarah sebagai salah satu pertempuran udara terbesar. 60 Jet tempur MiG-21 Udara Mesir harus menghadapi sekitar 160 jet tempur A4 Skyhawk dan F-4 Phantom milik Israel.



Dalam pertempuran tanggal 14 Oktober 1973 ini, Mesir mencatat kemenangan. Mereka menghancurkan sekitar 17 jet tempur Israel dan menggagalkan misi AU Israel menghancurkan pangkalan udara Tanta dan Mansoura.

Salah satu pilot Mesir yang berhasil menembak F-4 Phantom Israel adalah Letnan Mohammed Adoub. Setelah dogfight yang seru, Adoub berhasil mengelak dan menghajar Phantom itu dengan cannon 23 mm miliknya.

Pesawat Israel itu terbakar. Karena jaraknya sangat dekat, MiG-21 yang dipiloti Adoub tak bisa mengelak dan ikut terkena ledakan. Adoub masih sempat menarik kursi pelontar. Parasutnya mengembang sempurna, dia pun selamat.

Pilot Israel yang ditembak pun sempat menyelamatkan diri. Parasut mereka turun ke tanah dengan jarak yang tak terlalu jauh.

Pilot Israel itu mengalami cidera. Celakanya, di bawah sudah menunggu petani Mesir yang siap membunuhnya. Lokasi pertempuran udara itu memang berada di atas ladang-ladang penduduk Mesir.

Pilot Israel itu hampir dieksekusi jika saja Letnan Adoub tak menyelamatkannya. Dia meminta pilot itu jangan dibunuh. Penjelasan Adoub membuat kemarahan para petani mereda.

Pilot tersebut kemudian diselamatkan. Dia dibawa ke Rumah Sakit Militer Mesir dan menjadi tawanan perang Mesir selama perang Yom Kippur.

Tindakan Letnan Adoub ini dipuji dan ditulis dalam catatan sejarah militer Mesir.

[ian]

[VIDEO] Bikin Tegang, Pesawat ini Mendarat Darurat Dengan Bantuan Truk

Bikin Tegang, Pesawat ini Mendarat Darurat Dengan Bantuan Truk



(sumber)

[VIDEO] Ini dia Video Pesawat Mendarat Paling Menegangkan Di Dunia

Ini dia Video Pesawat Mendarat Paling Menegangkan Di Dunia



(sumber)

[VIDEO] Gille Bro...Sepeda Motor ini Pakai Mesin Helikopter

 Gille Bro...Sepeda Motor ini Pakai Mesin Helikopter


(sumber)

Wednesday, August 5, 2015

Pesawat Tenaga Surya ini Pecahkan Rekor Terbang

Pesawat tenaga surya Swiss Solar Impulse 2 mendarat dengan selamat di Hawai, Jumat, setelah memecahkan rekor terbang melintasi Samudera Pasifik. Penerbangan berjarak 35 ribu kilometer itulah yang paling berbahaya dalam upaya pesawat mengeliling dunia tanpa setetespun menggunakan bahan bakar.



Sebagaimana dilansir VoA, Minggu (5/7/015) pilot pesawat, Andre Borschberg, sekarang telah mematahkan rekor sebelumnya dalam terbang solo terpanjang yang dipegang seorang warga Amerika dan petualang, Steve Fossett.

Borschberg hanya tidur 20 menit di kokpit tanpa tekanan udara selama penerbangan, sedang pesawat dikendalikan autopilot.

Tujuan akhir ialah Abu Dhabi. Pesawat dirancang oleh dua insinyur Swiss, Borschberg dan Bertrand Piccard dan memakan waktu 12 tahun membuatnya.

(pam)

[WOW] Sewa Jet Pribadi Ini Cuma Rp 53 Ribu

Biaya sewa jet pribadi telah anjlok dalam beberapa tahun terakhir akibat munculnya teknologi baru, meningkatnya persaingan dan melimpahnya jumlah jet yang membuat harganya menurun.



Tapi perusahaan taksi jet pribadi JetSuite punya tawaran menarik. Bagi yang suka menyewa pesawat jet, JetSuite menawarkan sewa jet pribadi sebesar US$ 4 atau hanya sekitar Rp 53 ribu. Ya, sewa jet pribadi dengan harga sebuah hamburger Big Mac.

Tawaran yang dilakukan perusahaan berkantor pusat di California itu adalah bagian dari promosi spesial menyambut Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada 4 Juli.

Meski terlihat murah tapi ada syaratnya. Sewa jet pribadi ini hanya berlaku pada hari Sabtu ini dan penyewa harus punya keberuntungan karena hanya enam atau tujuh pesawat yang tersedia.

Hanya saja, penumpang tidak akan menikmati tempat duduk mewah atau Wi-Fi gratis seperti di pesawat jet pribadi umumnya. Tidak itu saja, penerbangan yang ditawarkan hanya berlaku untuk satu kali terbang ke tempat tujuan. Untuk balik ke kota asal, silakan cari penerbangan lainnya.

Mengutip laman CNBC, Minggu, 5 Juli 2015, JetSuite tahun lalu menyediakan enam pesawat untuk disewa dengan skema yang sama. Perusahaan tidak akan tahu jumlah tahun ini Kamis malam. Pesawat yang disediakan dapat menampung antara empat dan enam orang tergantung pada jenis pesawat yang tersedia. JetSuite biasanya mengoperasikan pesawat jenis Phenom 100 dan Citation CJ3.

Contoh rute yang bisa diterbangi paket super murah ini meliputi Teterboro di New Jersey ke Miami atau Palm Beach di Florida; Aspen, Colorado, ke Teterboro; atau Los Angeles ke Cabo San Lucas di Meksiko.

Tuesday, August 4, 2015

Ya Ampun...3 Penumpang Pesawat Dipaksa Turun untuk Beri Kursi Menteri

Perdana Menteri (PMO) India sedang melakukan penyelidikan atas laporan terlambatnya penerbangan Air India karena ulah pejabat tinggi.



Namun di saat bersamaan, Menteri Penerbangan Sipil langsung menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang dipaksa turun lantaran ada rombongan menteri yang akan naik.

"Kami telah melakukan langkah korektif sehingga hal ini tidak akan terulang lagi. Kejadian itu tidak dibenarkan. Kami meminta maaf kepada semua penumpang yang mengalami ketidaknyamanan," kata sang menteri Ashok Gajapathi Raju dikutip Dream dari laman Indianexpress.com, Jumat 3 Juli 2015.

Permintaan maaf dan langkah PMO itu dipicu oleh dua kejadian terkait penerbangan maskapai pelat merah Air India.

Kejadian pertama berkaitan dengan Devendra Fadnavis, Menteri Besar Provinsi Maharashtra. Sementara kejadian kedua dikaitkan dengan Menteri Dalam Negeri Kiren Rijiju.

Penerbangan Air India dari Mumbai ke New York ditunda selama satu jam karena Fadnavis datang ke bandara tidak membawa dokumen yang diperlukan.

Sementara untuk kasus Rijiju, tiga penumpang dipaksa turun dalam penerbangan dari Leh menuju Delhi untuk memberikan tempat bagi rombongan menteri tersebut. (Ism) 

Monday, August 3, 2015

Pria Ini Mengaku Diculik Alien Saat Bersepeda, Ada-ada saja

Pria asal Inggris, Steve Munday, mengaku pernah memiliki pengalaman aneh: diculik oleh mahluk luar angkasa alias alien. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1974 saat bersepeda dari rumahnya di Northampton, Inggris, menuju kediaman temannya.


"Perjalanan itu seharusnya memerlukan waktu 15 menit, 20 menit paling lama. Namun, saya [pikiran] kosong selama perjalanan," kata Munday sebagaimana dikutip Dream dari Metro.co.uk, Jumat 3 Juli 2015.

Tapi yang diingat Munday perjalanan itu tak memerlukan waktu 20 menit sebagaimana perkiraannya. "Yang saya ingat hanya satu menit saya naik sepeda di bawah sinar matahari yang cerah, kemudian menyadari diri saya satu mil lebih jauh menuruni jalan dengan sepeda yang bergoyang-goyang, akan menuruni bukit."

Munday sangat yakin, saat itu waktu benar-benar berjalan. Setelah suasana cerah itu, dia menemukan suasana yang lebih gelap. "Ketika saya sampai ke rumah teman saya, ternyata itu dua jam setelah saya berangkat. Sehingga saya kehilangan waktu 1 jam 45 menit."

Selama ini, memang belum ada bukti nyata keberadaan alien. Keberadaan makhluk asing itu hanya sebatas pembahasan teori. Sejumlah bukti yang pernah ditunjukkan pun belakangan diketahui palsu. Namun, Munday yakin dia telah diculik oleh alien.

Keanehan yang dialami oleh Munday tak hanya itu saja. Beberapa hari kemudian, dia merasakan adanya perbedaan di salah satu bagian tubuhnya. "Beberapa hari kemudian saya menemukan benda kecil di bawah kulit saya."

"Tak ada bekas luka atau tempat masuk, hanya tanda merah. Panjangnya sekitar 1 sentimeter dan lebarnya 4 milimeter dan terlihat tak menyatu dengan tubuh saya."

Jika Munday berjalan-jalan ke mal dan benda asing di tangan itu aktif, maka bisa menyebabkan alat tanda keluar supermarket berbunyi. "Benda ini juga mempengaruhi gadget listrik jika saya mendekat," kata Munday.

Dia mengaku tak tahu benda apa yang tertanam di tangannya itu. "Jika ini berasal dari alien, mereka menandai saya, sehingga mereka dapat mengawasi saya dan ke mana pun saya pergi."

"Ini mungkin akan digunakan untuk mengontak saya jika diperlukan. Sampai hari ini saya bingung dengan apa yang terjadi selama saya hilang 1 jam 45 menit sore itu pada 1974," ujarnya. 





Pria ini Jadi Manusia Paling Lama Tinggal di Luar Angkasa

Kosmonot Rusia Gennady Padalka pekan lalu membuat rekor dunia sebagai manusia paling lama tinggal di luar angkasa.



Dengan waktu 804 hari dia berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat 803 hari, sembilan jam, dan 41 menit. Rekor sebelumnya dibuat oleh Sergei Krikalev, seperti dilansir koran the Daily Mail, Kamis (2/7).

Saat kembali nanti setelah 2,4 tahun di luar angkasa, tepatnya 11 September tahun ini, dia sudah menyelesaikan lima misi. Total dia akan menghabiskan waktu di luar angkasa sebanyak 878 hari.

"Rekor itu resmi terpecahkan. Gennady Padalka menjadi manusia yang paling lama berada di luar angkasa," kata juru bicara Badan Antariksa Rusia Roscosmos kepada kantor berita AFP.

Padalka, 57 tahun, tiba di stasiun luar angkasa internasional pada 21 Juni. Di masa Soviet dia adalah seorang pilot jet tempur.


[pan]

Sunday, August 2, 2015

Gak Disangka, Kendaraan Paling Cepat di Bumi Kalah dengan Benda ini

Jika ada yang bertanya, apa yang paling cepat di bumi ini, kira-kira apa jawaban Anda? Apakah Anda akan menjawab kereta api? Pesawat terbang? Atau roket? Pasti tiap orang berpikir berbeda tentang benda yang paling cepat di dunia ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Alex Frith, dkk, telah menjelaskan pada buku mereka, 100 Things to Know about Science. Tetapi, sebelum mengetahui jawabannya, kita teliti dahulu benda-benda tercepat apa saja yang ada di bumi kita ini.



Kereta api yang tercepat di dunia yaitu maglev train, kecepatannya sekitar 600 kilometer per jam. Namun kereta api ini masih kalah dengan pesawat terbang. Jika Anda berpikir bahwa pesawat terbang adalah benda yang paling cepat, sayangnya bukan itu. Pesawat terbang tercepat di dunia ini, dapat terbang maksimal dengan kecepatan 3500 kilometer per jam.

Bagaimana dengan roket dan satelit? Roket terbang menembus atmosfer memiliki kecepatan 40.000 kilometer per jam, sedangkan satelit terbang ke ruang hampa udara berkecepatan 60.000 kilometer per jam. Tetapi tetap saja keduanya bukan benda yang tercepat di planet ini. Lalu, sebenarnya apa benda yang paling cepat di bumi ini?

Benda yang paling cepat di bumi ini adalah bumi kita sendiri. Bumi melaju sekitar 110.000 kilometer per jam mengitari matahari. Dengan kecepatan tersebut, bumi membutuhkan waktu selama 365 hari untuk menyelesaikan satu kali putaran mengelilingi matahari. Bayangkan saja, dengan kecepatan sebesar itu bumi berputar pada porosnya sejak 4,6 miliar tahun yang lalu.

Jika bumi ini merupakan benda paling cepat di bumi itu sendiri. Cahaya merupakan benda yang paling cepat di dunia ini. Perjalanan cahaya melalui ruang hampa hampir 7000 kali lebih lebih cepat dari bumi yang mengitari matahari atau sekitar 1 miliar kilometer per jam.

[lar]

Ada Firasat Aneh Para Prajurit Paskhas Sebelum Naik Hercules Maut

Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas TNI AU, Letkol Psk Solihin, menyatakan 10 orang anggotanya yang gugur dalam jatuhnya pesawat Hercules A-1310 di Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan prajurit terbaik. Insiden itu adalah kehilangan yang sangat besar bagi kesatuannya.



"Kami kehilangan prajurit terbaik, sempat terkejut saat awalnya mendapat informasi ini saya kira bukan kecelakaan fatal, tapi ternyata kecelakaan yang sangat fatal," kata Letkol Psk Solihin kepada Antara di Markas Paskhas Pekanbaru, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan, 10 orang anggota Paskhas tersebut gugur saat menjalankan tugas sebagai personel piket untuk Satuan Radar 213 Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Letkol Solihin masih ingat saat terakhir berkumpul dengan anggota-anggotanya tersebut pada pagi hari sebelum pesawat Hercules lepas landas di Markas Paskhas pada Selasa (30/6).

Prajurit senior yang juga komandan regu kelompok tujuan Tanjung Pinang, Sertu Irianto Sili, terlihat tidak seperti biasanya mendadak mengutarakan curahan hatinya bahwa mereka bakal tidak akan bisa menjalani Lebaran bersama keluarga di Pekanbaru.

Padahal, Sertu Irianto selama ini dikenal di tengah rekan-rekannya sebagai prajurit yang tegar. Dia punya kemampuan tinggi dalam strategi perang gerilya, mahir dalam ilmu medan, peta dan kompas, bahkan jago dalam ilmu agama sampai membuat kaligrafi Alquran seperti yang dibuatnya di mushala Markas Paskhas.

Bahkan, Sertu Irianto juga beberapa kali terlibat tugas misi perdamaian di luar negeri, seperti ke Libanon.

"Saya secara spontan berkata bahwa mereka adalah prajurit terbaik saya, jadi lakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Saya faham mereka tidak akan bisa Lebaran, tapi prajurit tidak bisa menolak tugas," ujarnya.

Selain itu, ia juga mendapat laporan dari sejumlah anggota lainnya bahwa sebelum anggota Paskhas tujuan Tanjung Pinang berangkat, mereka menitipkan keluarganya dan akan pergi jauh. "Kawan-kawannya awalnya berfikir pergi jauh itu ke Tanjung Pinang. Tapi ternyata kenyatannya lain," kata Letkol Psk Solihin.

Sertu Irianto Solihin kini dipastikan meninggal dunia bersama sembilan anggota Paskhas yang berangkat dari Pekanbaru. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Biak, Provinsi Papua.

Letkol Psk Solihin mengatakan hanya tiga jenazah anggota Paskhas yang nantinya akan diturunkan di Pekanbaru melalui Lanud Roesmin Nurjadin.

Para almarhum tersebut adalah Kopda Eria Ageng yang rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia khusus untuk anggota TNI-Polri, Serda Sugianto akan dimakamkan di TPU Kertama, sedangkan Pratu Rudi Haryono akan dimakamkan di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Jenazah Rudi Haryono akan disemayamkan semalam di Markas Paskhas karena baru akan dibawa ke Selatpanjang sehari setelahnya menggunakan kapal," katanya.

Letkol Psk Solihin menyatakan ada 20 anggota Paskhas yang berangkat bertugas dari Lanud Roesmin Nurjadin menggunakan pesawat Hercules A-1310. Namun, 10 orang diantaranya selamat karena sudah turun di Kota Dumai karena bertugas di sana.

Nama-nama korban dari anggota Paskhas yang meninggal dunia antara lain Sertu Irian Sili, Serda Sugiyanto, Kopda Mujiman, Kopda Saryanto, Kopda Dani Setyo Wahyudi, Kopda Eria Ageng, Pratu Sepridoni, Pratu Warsianto, Pratu Rudi Haryono, Pratu Ardianto Wibowo.

[ian]

Saturday, August 1, 2015

Ini dia Momok bagi Pesawat Baling-baling

Salah satu momok yang dihadapi dalam pesawat turboprop (mesin baling-baling) atau piston adalah autofeather failure atau kegagalan fungsi otomatis bilah baling-baling berputar segaris dengan aliran udara manakala mesin mati.


Seperti diketahui, pesawat turboprop mengandalkan baling-baling sebagai sumber tenaga untuk melaju (thrust). Sudut masing-masing bilah baling-baling yang berputar itulah yang menghasilkan tenaga sehingga memungkinkan pesawat melaju.

Saat melaju, bilah baling-baling menghadap ke depan untuk menghasilkan daya dorong. Namun, jika mesin mati dan baling-baling berhenti berputar, sudut bilah baling-baling yang menghadap ke depan (penampang luas di depan) justru akan menghasilkan drag atau daya hambat.

Tentunya, jika ada daya hambat di satu baling-baling, hal itu membuat laju pesawat jadi tidak normal untuk pesawat dengan baling-baling lebih dari satu.

Wikimedia Contoh baling-baling dalam tiga posisi, idle speed (berputar tapi tidak menghasilkan daya dorong), feather, dan unfeatherd dalam pesawat Antonov An-140-100.
"Itu suatu kelemahan pesawat dengan propeller. Feather motor atau servo-nya fail (gagal bekerja)," ujar Yon Karyono, airworthiness inspector dan praktisi dunia penerbangan, kepada KompasTekno, Rabu (1/7/2015).

Yon menambahkan, jika motor atau servo tidak bisa memutar tepi blade (bilah baling-baling) jadi segaris dengan dynamic airflow (aliran udara dinamis), bilah baling-baling justru akan melawan dynamic airflow atau menghambat laju.

"Kalau bilah propeller malah mengarah ke arah datangnya angin dari depan, induced drag speed akan besar. Akibatnya, pesawat jadi melintir," kata Yon.

Ia pun mencontohkan kasus jatuhnya Hercules C-130 di Condet, Jakarta Timur, pada 5 Oktober 1991 lalu sebagai contoh kasus kegagalan autofeather. Kecelakaan yang menelan 135 korban tewas ini terjadi setelah C-130 tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma saat perayaan HUT ke-46 ABRI.

Kecelakaan pesawat ATR-72 milik Transasia penerbangan GE235 di Taiwan pada 4 Februari 2015 lalu juga diduga disebabkan oleh autofeather. Pilot diduga mematikan mesin yang salah sehingga kedua baling-baling dalam posisi feather yang membuat pesawat kehilangan daya dorong dan daya angkat.

Seperti dayung

Prinsip feather ini mengikuti dayung perahu. Jika penampang luas dayung menghadap ke depan, tangan akan terasa berat menahan dayung, berbeda jika dayung diarahkan menyamping, sisi menghadap ke depan searah dengan laju perahu, maka tidak terjadi hambatan yang besar.

Dengan bilah dalam posisi feather, pesawat baling-baling diharapkan bisa mendapatkan aliran udara yang dinamis sehingga bisa gliding (terbang tanpa mesin) lebih jauh dan lebih lama lagi.

Fitur autofeather pertama kali dipasang dalam pesawat Martin 4-0-4 yang menggunakan dua mesin piston baling-baling. Sistem tersebut didesain untuk secara otomatis membuat bilah baling-baling dalam posisi feather jika mesin mati saat take off atau climb.

Fitur itu pun juga diadopsi dalam pesawat-pesawat turboprop saat ini, seperti ATR-72, Dash-8, atau Hercules C-130.  

Perlu dicatat, artikel ini bukan merupakan analisis dari kejadian kecelakaan pesawat KC-130B Hercules milik TNI-AU yang jatuh di Medan pada Selasa (30/6/2015) lalu.

Tulisan ini hanya memberikan gambaran tentang kemungkinan apa yang bisa terjadi dalam pesawat dengan mesin turboprop, termasuk Hercules C-130. 

Tentu saja, investigasi tentang kecelakaan itu harus kita percayakan sepenuhnya kepada pihak TNI AU. Sebagaimana kecelakaan yang melibatkan pesawat militer, hasil investigasi tidak akan diumumkan kepada publik.




Haru Biru Status BBM Putri, Polwan Tunangan Letda Dian yang Jadi Korban Kecelakaan Hercules

Bripda Putri Inka Mutiara (23), staf Perencanaan dan Administrasi SDM Polda Jabar, shock setelah mendengar tunangannya, Letda Dian Sukma Pasaribu (25), jadi korban kecelakaan Hercules di Medan, Sumatera Utara. Dia histeris di kantor. Atasan dan teman-temannya terharu.



"Dia menerima kabar (tunangan kecelakaan) pas kerja di ruangan. Dia datang ke ruangan saya sambil histeris, tidak berkata-kata," kata Kepala Biro SDM Polda Jabar Kombes Pol Doddy Marsidy di Mapolda Jabar di Bandung, Rabu (1/7/2015).

Doddy sempat bingung. Dia minta staf bertanya ke Putri. Setelah menonton televisi, dia baru sadar tunangan stafnya itu jadi korban jatuhnya pesawat di Medan.

"Kami turut berbelasungkawa dan atas dasar kemanusiaan kami berikan izin khusus mulai hari ini," kata Doddy.

Ucapan serupa juga disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Nugroho. Polda akan memberikan pendampingan agar psikologis Putri tidak terganggu.

"Pasti berduka, karena kehilangan tunangan. Soal rencana nikah, saya belum tahu," kata Sulistyo.

Teman sekantor Putri, Dais Isnawati (26), mengaku terharu dengan status BBM Putri. Di situ tertulis 'Berdoa, mencari, meyakini, dan pernah mencintaimu pahlawan teristimewaku'. 'I love u Dian Sukma'.

"Tadi pagi dia ngabarin berangkat ke Medan sama ibu angkat Dian dan mamanya Putri," ungkap Dais.

Letda Dian yang bertugas sebagai kopilot di Hercules C-130 berasal dari Palembang. Sedangkan Putri Inka Mutiara berasal dari Karawang, Jabar.




Inilah Kehabatan Pesawat Hercules yang Jadi Andalan TNI

Indonesia kembali berduka setelah salah satu pesawat Hercules milik TNI AU jatuh di Medan, Sumatra Utara. Sejumlah orang dikabarkan tewas dalam insiden tersebut.



Bukan kali ini saja pesawat Hercules jatuh, beberapa tahun silam pun pesawat milik militer itu pernah mengalami kecelakaan. Di antaranya, pada 20 Mei 2009, Hercules TNI AU jatuh di desa Nggeplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur.

Kemudian, Pada 17 Agustus 1988 jatuh setelah lepas landas. Beberapa orang penting ikut tewas dalam peristiwa ini seperti Muhammad Zia-ul-Haq yang merupakan Presiden Pakistan sejak 1978, Duta Besar dan Jenderal Amerika Serikat pada saat itu ikut meninggal bersama dengan penumpang lain yang ada di dalam pesawat tersebut.

Pesawat Hercules juga tercatat pernah terjatuh di daerah Condet Jakarta, pada 5 Oktober 1991. Peristiwa nahas itu terjadi saat perayaan HUT ABRI ke 46. 133 prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan 2 warga sipil menjadi korban dari jatuhnya kapal ini.

Meski terbilang rentan dari kecelakaan, pesawat ini merupakan bagian penting bagi setiap anggota militer. Tak hanya menjadi hal yang bisa dibanggakan, pesawat Hercules juga memiliki kemampuan yang bisa diandalkan oleh pihak TNI.

Pesawat Hercules merupakan pesawat milik TNI, dengan body tegap pesawat ini ternyata didukung dengan mesin empat turboprop sayap tinggi (high wing). Dimana kemampuan mengudaranya mampu melebihi pesawat-pesawat lainnya.

Selain itu, pesawat Hercules merupakan angkutan khusus bagi para anggota militer. Biasanya, yang berhak menaiki pesawat ini adalah mereka yang masuk dalam barisan pasukan militer utama.

Pesawat ini juga dikenal dengan pesawat yang mampu mendarat ataupun lepas landas dengan jalur penerbangan yang dekat. Hebatnya lagi pesawat ini juga bisa melakukan penerbangan serta pendaratan tanpa landasan yang sudah disiapkan.

Bukan hanya sebagai angkutan militer, untuk saat ini pesawat Hercules pun memiliki peran penting untuk Indonesia. Di antaranya, digunakan untuk infantri airborne, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulans udara.

Sejak pertama Hercules menjadi bagian dari Indonesia, sudah lebih dari 40 model Hercules mampu memberikan pelayanan terbaik bagi Indonesia. Pesawat ini, banyak melahirkan rekor untuk kehandalan dan daya tahannya. Terlebih sumbangsih pesawat Hercules dalam dunia militer, sipil, dan bantuan kemanusiaan.

Rute Lengkap Pesawat Hercules C-130 yang Jatuh di Medan

Pesawat Hercules A1310 type C-130 jatuh di Medan, Sumatera Utara pada Selasa (30/6) kemarin. Pesawat itu berasal dari Skuadron 32 Malang dan singgah di dua tempat sebelum akhirnya jatuh. Bagaimana rute perjalanan pesawat TNI AU tersebut?



Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Rabu (1/7/2015), pesawat Hercules TNI AU itu mengangkut sebanyak 121 orang saat jatuh di Jl Djamin Ginting, Medan, menimpa bangunan dan kendaraan. Seluruh penumpang itu tidak semuanya naik di Malang, tapi ada juga di tempat lain sebelum ke Medan.

Berikut rute lengkap perjalanan pesawat Hercules A1310 type C-130 berdasarkan data yang dihimpun:

1. Malang (ABD) ke Jakarta (HLM)
Pesawat Hercules berangkat pada Senin (29/5), membawa 12 awak dari Landasan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang menuju Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pilot pesawat adalah Kapten Pnb Sandy Permana. Jumlah penumpang dari Malang belum diketahui pasti.

2. Jakarta (HLM) ke Pekanbaru (RSN)
Setibanya di Landasan Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, pesawat menaikkan 31 penumpang baru termasuk sipil. Dalam data manifes dirinci tujuan akhir para penumpang, yaitu 10 orang akan menuju ke Lanud Tanjung Pinang (TPI), 11 orang menuju Lanud Rinai (RNI) di Natuna, dan 10 orang menuju Supadio (SPO).

Pesawat lalu terbang pukul 06.00 WIB menuju Landasan Udara Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru.

3. Pekanbaru (RSN) ke Medan (SWO)
Di Pekanbaru, pesawat kembali menambah muatan penumpang dengan menaikkan sebanyak 47 orang dengan tujuan akhir yang juga berbeda. Dalam data manifes dirinci tujuan penumpang yang mayoritas sipil itu, yaitu sebanyak 18 orang menuju Lanud Tanjung Pinang (TPI), 27 orang menuju Lanud Rinai di Natuna (RNI), dan 2 orang menuju Lanud Supadio (SPO) di Pontianak.

Di antara 47 orang itu turut ikut 20 anggota Paskhas, 10 di antaranya turun di Dumai, Riau. Para anggota Paskhas itu akan bertugas di Dumai mengamankan radar. 10 Personel ditempatkan di Dumai, sisanya di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Tugas itu dilakukan rutin, bergiliran 3 bulan sekali. 

Dari Landasan Udara Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru, pesawat lalu terbang menuju Pangkalan Udara Soewondo (SWO), Medan.

4. Medan (SWO)
Tiba di Pangkalan Udara Soewondo (SWO), Medan, pesawat menaikkan lagi sebanyak 31 orang. Yaitu 4 orang menuju Lanud Tanjung Pinang (TPI), 23 orang menuju Lanud Rinai di Natuna (RNI), dan 4 orang menuju Lanud Supadio (SPO) di Pontianak.

Pukul 11.48 WIB, pesawat take off dari runway 23 Landasan Udara Soewondo Medan, hendak menuju Tanjung Pinang. Kemudian saat akan ditransfer ke Medan APP, pilot request RTB.

Pukul 11.50 WIB, pesawat berbelok ke kanan dan crashed di Pancur Batu sebelum kontak dengan medan APP. Pesawat yang dipiloti Kapten Pnb Sandy jatuh di Jl Djamin Ginting, Medan, menimpa bangunan dan kendaraan.

Jika merujuk jadwal, tanggal 2 Juli 2015 pesawat itu seharusnya kembali ke Landasan Udara  Abdul Rachman Saleh, Malang.


(bal/asp)

Ruangan Penuh, Jenazah Korban Hercules Diletakkan di Selasar Rumah Sakit

Jenazah korban tewas dalam kecelakaan pesawat Hercules terus berdatangan ke RSUP Haji Adam Malik. Kondisi instalasi yang terbatas membuat petugas terpaksa meletakkan jenazah di selasar.



Jenazah para korban tersebut terlihat masih terbungkus dalam kantongan jenazah. Posisinya dideretkan rapi di ruangan Instalasi Pemulasaran Jenazah dan Kedokteran Kehakiman.

"Ruangannya terbatas, sementara jenazah yang masuk seratus lebih," kata seorang petugas di RSUP Haji Adam Malik, Jalan Bungalow, Medan, Rabu (1/7/2015).

RSUP Haji Adam Malik merupakan pusat identifikasi para korban kecelakaan Hercules yang jatuh pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.50 WIB. Saat ini di rumah sakit tersebut sudah dibangun posko Disaster Victim Identification (DVI). 

Data terakhir menyebutkan ada 109 penumpang dan 12 awak pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Djamin Ginting, Medan. Tidak ada korban yang selamat dalam musibah itu. 
(rul/try)

[VIDEO] Asli, Video ini Bener-bener KEREN BANGET....WAJIB Nonton deh

Asli, Video ini Bener-bener KEREN BANGET....WAJIB Nonton deh



(sumber)