Showing posts with label Dunia Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Hiburan. Show all posts

Wednesday, June 22, 2016

Pemeran Wiro Sableng ini Kini Jadi Petani

Masih ingat Ken Ken pemeran Wiro Sableng? Dia adalah aktor laga yang ngetop pada tahun 90 an. Bagaimana kabarnya sekarang?



Lama tak terdengar, saat ditemui merdeka.com, Rabu (1/7) Ken Ken pemeran Wiro Sableng ternyata sudah 'banting setir'. Dia sekarang menjadi petani sayur mayur di sebuah dusun terpencil di wilayah Cimande, Caringin, Bogor.

Pertama kali bertemu tak menyangka dia adalah sosok Ken Ken yang dulu adala artis laga top. Pakaiannya biasa saja layaknya petani sayur pada umumnya. Wajahnya sudah mulai menua dan gendut meski usianya sekarang masih 45 tahun.

Wajah artis sudah tak terlihat. Apalagi sekarang Ken Ken memelihara kumis, praktis sekilas sulit mengenali kalau dia adalah seorang Wiro Sableng.

Sehari-hari Ken Ken pergi ke kebun. Menanam cabai dan sayur mayur. Hasil panen digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Ken juga menjual pupuk kepada sesama petani. Sisa-sisa popularitas dan hidup mewah sebagai artis sudah tak tampak lagi, kehidupannya dihabiskan untuk bercocok tanam. "Saya lebih menikmati sebagai petani dan back to nature (balik ke alam) hidup seadanya, belum kepikiran untuk "turun gunung" main film lagi," kata Ken.

Meski tinggal di desa dengan rumah sangat sederhana, Ken mengaku sudah bahagia. "Tenang di sini," ujarnya.

Padahal Ken dulu seorang aktor hebat yang dikenal dengan senjata kapaknya atau pendekar 212. Sosok Wiro Sableng di layar kaca berkepribadian jenaka namun jago bela diri. Ilmu yang diberikan oleh gurunya digunakan untuk membela orang tertindas.

Nama lengkap Ken adalah Herning Sukendro atau biasa dipanggil Ken Ken. Pria kelahiran asal Madiun itu karirnya memuncak setelah berperan utama dalam Wiro Sableng pada tahun 1995. Anggota perkumpulan silat Setia Hati Teratai ini sudah banyak main film layar lebar di antaranya film Prabu Anglingdarma pada tahun 1990. Ken Ken juga pernah main sinetron di beberapa peran pembantu sebelum namanya melejit terkenal sebagai peran utama yakni Pendekar Kapak 212 Wiro Sableng. Bahkan Dia sempat mendirikan rumah produksi film dan berhasil menelurkan beberapa film di antaranya Seruling Sakti. Pada peran utama sebagai Wiro Sableng Dia mendapatkan piala aktor komedi terbaik.

Friday, August 7, 2015

Liat artis cilik CJ7 SEKARANG gan .. SUMPAH ANE KAGET bangett.... !!!






langsung aja deh ....
CEKIBROT ....... 









Jiao Xu (16) adalah pemeran anak yang bawel di dalam film CJ7 bersama dengan Stephen Chow. Film ini keluar sekitar 5 tahun yang lalu. Mungkin banyak yang tidak tahu, Jiao Xu ini seorang wanita…..Stephen Chow sengaja mengubah watak anak ini menjadi seorang lelaki….







jiao xu pemeran cilik cj7

jiao xu pemeran cilik cj7

jiao xu pemeran cilik cj7

jiao xu pemeran cilik cj7


Pada kagetkan kalo sebenarnya dia itu cewe. hehehehehe.... Pemeran anak laki-laki dalam film CJ7 itu adalah Jiao Xu. Saat ini dia berusia 16 Tahun. Stephen Chow emang sengaja memerankan Jiao Xu supaya karakter bawel pada anak laki-laki tersebut dapat keluar. Saat ini Jiao Xu juga masih berkecimpung di dunia entertainment terutama modelling lho.





http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/17520/big/cj7-131008b.jpg


ane aja kaget gan 






(sumber)

KALAU LIAT INI BIKIN ENTE SENYUM SIMPUL, ENTE BERARTI SUDAH TUA

INILIAH GENERASI BAHAGIA ITU

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah, lapangan bola dan di jalan-jalan. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Galasin, Yoyo, Petak Umpet, Boy-boy an, Beteng, Lompat tali, Masak-masakan pakai seng, Ular naga. Generasi yang melalui peristiwa berak di celana, nyuri manga tetangga, mengejar layangan, bermain putren, balapan ban bekas, nonton karnaval 17 agustusan. Duduk semeja bermain Monopoli, Halma, Biji Sawo, Karet Gelang dan Ular Tangga dengan ceria.

Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan mencairkan resi di kantor pos ketika lebaran. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game Bot dengan menyewa pada bapak tua di pinggir lapangan dekat sekolah kami.

Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.

Kami tumbuh diantara para legenda dunia Queen, Beatles, Rinto Harahap dan pelantun Isabella Amy Search. Tumbuh dengan ketrampilan bikin kemoceng, lampion kertas dan kincir angin bambu yang ditarik dengan tali. Kami generasi bersepatu Reebook, Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.

Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, bebas dari sakit leher gegara kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.


Dan yang terpenting…..

Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama-nama para Menteri dan Dasadharma Pramuka.
Kami juga memiliki presiden yang sama, Pak HARTO   






























































 

Biar ente-ente semakin senyum simpul ya mas, mba, bro, sis

Awas jangan sampai berkaca-kaca ya