Thursday, July 30, 2015

Soal Recall, Daihatsu Lebih Terbuka dari Toyota

Jakarta - Berbeda dengan sang saudara, Toyota yang terkesan masih tabu menggunakan kata recall atau penarikan kembali. Daihatsu tampak lebih jujur pada konsumen. Beberapa waktu lalu Toyota diketahui melakukan sebuah kampanye penarikan kembali secara diam-diam ketika generasi terbaru Toyota Avanza berpotensi mengalami permasalahan pada bagian suspensi depan yang kadang berbunyi 'grek' di saat bertemu dengan medan berat.
Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, Toyota pun melakukan recall diam-diam terhadap para pemilik mobil sejuta umat tersebut. Namun untuk sang saudara kembar, Xenia, Daihatsu menegaskan tidak memiliki masalah yang dialami oleh Avanza itu. "Boleh disebutkan kalau kami, manajemen Daihatsu, selalu bersikap terbuka. Kalau recall, kami katakan recall. Kalau tidak ya kami tidak katakan apa-apa. Dan untuk All New Xenia tidak ada recall," tegas Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra. "Saya tidak bisa komentar bagaimana Toyota melakukan pengecekan Avanza itu. Itu bukan teritori kami," imbuhnya. "Namun yang jelas, Xenia sampai sekarang tidak memiliki masalah. Kalau memang ada yang bermasalah itu bisa dicover dengan garansi. Kita berikan garansi 100 ribu km atau 3 tahun mana yang lebih dulu sampai. Kalau ada masalah, kami akan bertanggung jawab karena kami produsen yang terbuka dan itu tidak akan kami tutup-tutupi," lugasnya. Seperti diketahui pada Maret lalu Toyota diam-diam melakukan penarikan kembali atau recall pada mobil Toyota Avanza terbaru. Recall itu dilakukan karena adanya potensi masalah pada bagian suspensi depan yang kadang berbunyi 'grek' di saat bertemu dengan medan berat. Suspensi Avanza model terbaru itu menggunakan suspensi Mac-Pherson Strut yang dinilai lebih bagus dari model lama. Pada banyak produsen, perbaikan yang dilakukan pada potensi masalah di produk yang diproduksi jarang sekali menggunakan kata recall. Para produsen lebih suka menggunakan kata-kata seperti 'special service campaign' untuk menutupi recall karena kata recall masih dianggap tabu. Ketika tahun lalu banyak negara di dunia melakukan recall terhadap mobil hybrid Prius, Toyota tidak menggunakan kata recall tapi reprogram. "Kalau kita akan gunakan kata recall karena kita produsen yang jujur dan terbuka. Seperti kita lakukan terhadap Gran Max dan Sirion. Kita pakai kata recall," tuntas Amelia.

No comments:

Post a Comment